library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR TNF-α DAN VEGF (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar yang dipapar Sinar UV-B)

Detail Tugas Akhir

PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR TNF-α DAN VEGF (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar yang dipapar Sinar UV-B)

Adhistiani, Christy (2026) PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR TNF-α DAN VEGF (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar yang dipapar Sinar UV-B). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010503_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010503_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (79kB)

Abstract

Latar Belakang: Paparan sinar UVB dapat memicu stres oksidatif dan respons inflamasi pada kulit, yang ditandai oleh peningkatan TNF-α sebagai indikator respons inflamasi dan perubahan VEGF sebagai indikator angiogenesis pada kulit.. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi dan promotor regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh serum ekstrak daun kelor terhadap kadar TNF-α dan VEGF pada kulit tikus Wistar yang terpapar sinar UVB.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group design. 30 ekor tikus Wistar jantan dibagi kedalam 5 kelompok: kelompok sehat, kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok yang diberi serum ekstrak daun kelor 10% dan 15%. Tikus dipapar UVB 70 mJ/cm² selama 15 menit setiap hari selama 14 hari dan diberi serum sesuai kelompok. Pada hari ke-15, kulit diambil untuk analisis kadar TNF-α dan VEGF menggunakan ELISA.
Hasil: Kadar TNF-α pada serum daun kelor 10% lebih rendah dibandingkan seluruh kelompok lainnya (305,99 ± 25,17 ng/L). Kelompok serum daun kelor 10% dan 15% memiliki kadar VEGF masing-masing sebesar 879,78 ± 78,00 ng/L dan 876,38 ± 30,94 ng/L, sedikit lebih tinggi dibanding kontrol negative (864,42 ± 124,84) dan kontrol positif (834,98 ± 182,06). Tidak terdapat perbedaan bermakna terhadap kadar TNF-α dan VEGF antar kelompok (p>0,005).
Kesimpulan: Serum ekstrak daun kelor 10% menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam menurunkan TNF-α dan meningkatkan VEGF pada kulit tikus Wistar yang dipapar UVB, meskipun perbedaan antar kelompok tidak signifikan secara statistik.

Kata Kunci: Serum daun kelor, TNF-α, VEGF, UVB, tikus Wistar

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints