PENGARUH TERAPI DZIKIR DAN MUROTTAL TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISA
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200085_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Pasien yang menjalani hemodialisa sering mengalami kecemasan akibat ketergantungan pada mesin, perubahan gaya hidup, dan ketidakpastian kondisi kesehatan. Kecemasan yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental, sehingga diperlukan metode non-obat yang menenangkan tanpa efek samping. Terapi dzikir dan murottal merupakan pendekatan spiritual yang diyakini mampu menurunkan kecemasan melalui peningkatan ketenangan hati
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir dan murottal terhadap tingkat kecemasan pasien hemodialisa di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Metode : Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan 30 responden yang dipilih melalui total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar responden mengalami kecemasan berat (46,7%), sedangkan setelah terapi seluruh responden (100%) tidak mengalami kecemasan. Nilai p-value = 0,000 menunjukkan adanya pengaruh signifikan
Kesimpulan : Terapi dzikir dan murottal terbukti efektif menurunkan kecemasan dan dapat dijadikan intervensi keperawatan komplementer untuk meningkatkan ketenangan dan kualitas hidup pasien
Kata Kunci : Terapi dzikir, murottal, kecemasan
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
