Anisah, Anisah (2026) HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK TERHADAP IDE RISIKO BUNUH DIRI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNISSULA SELAMA MASA PENYELESAIAN SKRIPSI. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902200037_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902200037_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (114kB)
[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902200037_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902200037_fullpdf.pdf

| Download (1MB)

Abstract

Stres akademik merupakan kondisi tekanan psikologis yang sering muncul pada mahasiswa tingkat akhir, terutama pada fase penyusunan skripsi. Tuntutan akademik yang tinggi, keterbatasan waktu, tekanan untuk segera lulus, dan hambatan dalam proses penelitian dapat memperburuk kondisi mental mahasiswa. Apabila tidak ditangani dengan baik, stres akademik dapat berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius, termasuk munculnya ide risiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan ide risiko bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan jumlah sampel 180 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Perceived Academic Stress (PAS) untuk mengukur tingkat stres akademik dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ) untuk mengukur ide risiko bunuh diri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk menentukan hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir sebagian besar berada pada kategori tinggi (49,4%) dan sangat tinggi (47,8%). Sementara itu, ide risiko bunuh diri paling banyak berada pada kategori ringan (42,8%), diikuti kategori tidak berisiko (28,9%). Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,021 dan r = 0,172, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres akademik dengan ide risiko bunuh diri. Semakin tinggi stres akademik yang dialami mahasiswa, semakin tinggi pula kecenderungan munculnya ide bunuh diri. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan psikologis, pendampingan penyusunan skripsi, dan layanan konseling untuk mencegah munculnya risiko mental yang lebih berat pada mahasiswa tingkat akhir.

Kata Kunci : Stres akademik, ide bunuh diri, mahasiswa tingkat akhir

Dosen Pembimbing: Febriana, Betie | nidn0623028802
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa FIK - Skripsi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 08:52
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46565

Actions (login required)

View Item View Item