HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DAN SELF-EFFICACY DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA ORANG DENGAN HIV (ODHIV)
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200068_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
HIV merupakan virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang dengan HIV (ODHIV) sering mengalami permasalahan psikologis seperti stres, depresi, dan penolakan diri. Faktor spiritualitas dan self-efficacy berperan penting dalam membantu ODHIV di Puskesmas Poncol Kota Semarang dalam menerima kondisi dirinya dan menjalani hidup dengan lebih positif.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat spiritualitas dan self-efficacy dengan penerimaan diri pada orang dengan HIV (ODHIV).
Metode : Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 64 responden. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik accidental sampling dan rumus slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner Spiritual Assessment Scale (SAS), General Self-Efficacy Scale dan kuesioner penerimaan diri. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Spearman rho.
Hasil : Hasil uji Sperman rho menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara tingkat spiritualitas dengan penerimaan diri (r = 0,769; p = 0,000), self-efficacy dengan penerimaan diri (r = 0,713; p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas dan self-efficacy seseorang menunjukkan penerimaan dirinya semakin baik.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat spiritualitas dan self-efficacy dengan penerimaan diri pada orang dengan HIV (ODHIV).
Kata Kunci : HIV, Tingkat Spiritualitas, Self-Efficacy, Penerimaan Diri
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
