library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR AQP3 DAN SOD (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar dipapar Sinar UVB)

Detail Tugas Akhir

PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR AQP3 DAN SOD (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar dipapar Sinar UVB)

Puspadewi, Eva (2026) PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR AQP3 DAN SOD (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar dipapar Sinar UVB). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010485_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010485_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Paparan sinar UVB dapat meningkatkan stres oksidatif pada kulit, yang ditandai oleh penurunan aktivitas enzim antioksidan SOD dan berkurangnya ekspresi AQP3 sebagai indikator hidrasi dan integritas barrier kulit. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan pelindung jaringan kulit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh serum ekstrak daun kelor terhadap kadar SOD dan AQP3 pada kulit tikus Wistar yang terpapar sinar UVB.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 30 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok sehat, kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan serum ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 10% dan 15%. Selama 14 hari, tikus dipapar sinar UVB 70 mJ/cm² selama 15 menit setiap hari dan diberikan serum sesuai kelompoknya. Pada hari ke-15, jaringan kulit diambil untuk pengukuran kadar SOD dan AQP3 melalui metode ELISA.
Hasil: Kadar AQP3 pada tikus Wistar yang diberikan serum ekstrak Moringa oleifera 10% dan 15% masing-masing sebesar 514,72 ± 28,65 ng/L dan 537,52 ± 22,27 ng/L, sedangkan aktivitas SOD masing-masing sebesar 12,28 ± 1,43 ng/mL dan 13,42 ± 1,12 ng/mL. Serum 15% secara signifikan meningkatkan kadar AQP3 dan SOD dibanding kontrol positif (p<0,05), sedangkan perbedaan dengan kontrol negatif tidak signifikan (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian serum ekstrak Moringa oleifera, terutama pada konsentrasi 15%, meningkatkan kadar AQP3 dan aktivitas SOD pada kulit tikus Wistar yang terpapar UVB, sehingga membantu melindungi kulit dari stres oksidatif sekaligus mempertahankan hidrasi dan integritas barrier.

Kata Kunci: Moringa oleifera, AQP3, SOD, UVB, tikus Wistar

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints