Liana, Eva (2026) PENGARUH EKSTRAK Curcuma longa ORAL DAN TOPIKAL TERHADAP KADAR TNF-α DAN TGF-β (Studi Eksperimental In Vivo pada Tikus Galur Wistar Model Diabetes dengan Luka Eksisi). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Biomedik_MBK2424010484_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Biomedik_MBK2424010484_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Latar Belakang: Penyembuhan luka pada diabetes melitus sering mengalami keterlambatan akibat disfungsi respons inflamasi dan gangguan fase proliferasi jaringan. Perubahan kadar sitokin proinflamasi Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) serta faktor pertumbuhan Transforming Growth Factor-β (TGF-β) berperan dalam proses tersebut. Terapi topikal konvensional seperti povidone iodine terutama bersifat antimikroba dan belum menargetkan gangguan molekuler yang mendasari penyembuhan luka diabetes. Ekstrak Curcuma longa mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas imunomodulator dan progeneratif, sehingga berpotensi memengaruhi respons inflamasi dan proses regenerasi jaringan.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group ini menggunakan 30 ekor tikus galur Wistar yang dibagi menjadi enam kelompok: kontrol sehat, kontrol negatif (diabetes dengan luka eksisi + basis hidrogel), kontrol positif (povidone iodine), perlakuan ekstrak Curcuma longa oral dosis 100 mg/kgBB/hari, hidrogel ekstrak Curcuma longa 10% secara topikal, serta kombinasi oral dan topikal. Diabetes diinduksi menggunakan streptozotocin dan dibuat luka eksisi full-thickness. Perlakuan diberikan selama 6 hari. Pada hari ke-7 dilakukan pemeriksaan kadar TNF-α serum darah dan TGF-β jaringan luka menggunakan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA atau uji nonparametrik sesuai distribusi data.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar TNF-α serum darah tidak berbeda bermakna antar kelompok penelitian (p>0,05). Sebaliknya, kadar TGF-β jaringan luka menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05), dengan nilai tertinggi ditemukan pada kelompok yang menerima hidrogel ekstrak Curcuma longa 10% secara topikal.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak Curcuma longa secara oral, topikal, dan kombinasi tidak berpengaruh bermakna terhadap kadar TNF-α, namun berpengaruh terhadap kadar TGF-β pada tikus galur Wistar model diabetes dengan luka eksisi.
Kata kunci: Curcuma longa, diabetes melitus, luka eksisi, TNF-α, TGF-β
| Dosen Pembimbing: | Chodidjah, Chodidjah and Sumarawati, Titiek | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 01:30 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
