HUBUNGAN ANTARA RASA SYUKUR DAN PENERIMAAN DIRI ORANGTUAYANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PENYANDANG TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat hubungan antara rasa syukur dan penerimaan diri orangtua yang memiliki anak penyandang tunagrahita yang duduk pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SLB Negeri Semarang dan masih tercatat aktif. penerimaan diri adalah suatu keadaan dimana individu menyadari, mengakui, dan menghargai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, serta merasa mampu dan mau hidup sebagai mana mestinya. rasa syukur adalah suatu respon positif yang berwujud rasa terimakasih individu atas segala kebaikan yang diterima baik bersifat personal maupun transpersonal sehingga mendorong individu untuk mempresentasikan hidup menjadi lebih positif melalui pemikiran, emosi, dan tindakan.
Penelitian ini dilakukan pada 70 orangtua yang memiliki anak penyandang tunagrahita yang duduk pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SLB Negeri Semarang dengan menggunakan metode sampling jenuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan data digunakan dengan menggunakan 2 skala, yaitu skala penerimaan diri 72 aitem dan skala rasa syukur 48 aitem. Reliabilitas pada skala peneriman diri 0,951 dan rasa syukur 0,935.
Uji hipotesis menggunakan product moment.Hasil uji hipotesis menunjukan adanya hubungan yang sangat signifikan antara rasa syukur dan penerimaan diri, dengan perolehan rxy= 0,643 dengan probabilitas p=0,000 (p<0,01).
Kata kunci: Penerimaan diri, Rasa syukur
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
