HUBUNGAN SELF-DISCLOSURE DENGAN QUARTER-LIFE CRISIS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200076_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Mahasiswa tingkat akhir mengalami masa transisi yang sulit, dihadapkan pada tuntutan akademik dan ketidakpastian tentang masa depan, yang seringkali menyebabkan krisis seperempat kehidupan. Individu merasa cemas dan ragu. Namun, membuka diri atau membuka diri adalah cara penting untuk mengatasi tekanan ini karena memungkinkan mereka menerima dukungan sosial dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure dan quarter-life crisis pada mahasiswa akhir Program Studi S1 Keperawatan UNISSULA.
Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional, sebanyak 213 responden dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas. Uji statistic yang digunakan adalah Chi Square.
Hasil: Pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square, terbukti bahwa p value 0,001 yang berada dibawah 0,05 (0,000<0,50) pada hubungan antara self-disclosure dan quarter-life crisis pada mahasiswa akhir Program Studi S1 Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara self-disclosure dan quarter-life crisis pada mahasiswa akhir Program Studi S1 Keperawatan UNISSULA (p value 0,001)
Kata Kunci: Self-disclosure, Quarter-life crisis, Mahasiswa Akhir
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
