HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200155_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Quarter Life Crisis merupakan fase ketidakstabilan emosional yang umum dialami individu pada usia dewasa awal, termasuk mahasiswa, yang ditandai dengan kebingungan identitas, kecemasan tentang masa depan, serta tuntutan sosial yang meningkat.
Metode : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 135 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan sosial dan quarter life crisis yang telah divalidasi.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21 tahun (66,7%) dan berjenis kelamin perempuan (71,9%). Tingkat dukungan sosial (aspek orang) berada pada kategori sedang (50,4%), Sebagian besar responden mengalami quarter life crisis pada kategori sedang (75,6%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan quarter life crisis (p-value = 0,016). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan kepuasan terhadap dukungan tersebut, maka semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami mahasiswa.
Kesimpulan : Secara keseluruhan, dukungan sosial terbukti memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi masa transisi menuju kedewasaan dengan lebih adaptif.
Kata kunci: Dukungan Sosial, Quarter Life Crisis, Mahasiswa, Dewasa Awal
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
