DARMA, SURYA BUDI (2026) REKONSTRUKSI REGULASI SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM BERBASIS NILAI KEADILAN PANCASILA. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300097_fullpdf.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300097_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300097_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300097_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (2MB)

Abstract

Penjatuhan hukuman penjara pada anak bisa menghambat pendidikan, perkembangan sosial, dan emosional mereka. Terutama, lingkungan penjara berpotensi memperburuk perilaku anak, karena mereka dapat terpengaruh oleh pelaku kejahatan dewasa yang berpengalaman atau mengalami trauma yang lebih dalam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menemukan regulasi sanksi pidana terhadap anak berhadapan dengan hukum belum berbasis nilai keadilan Pancasila, untuk mengetahui dan menemukan kelemahan regulasi sanksi pidana terhadap anak berhadapan dengan hukum saat ini, dan untuk menjelaskan dan menemukan rekonstruksi regulasi sanksi pidana terhadap anak berhadapan dengan hukum berbasis nilai keadilan Pancasila.
Penelitian hukum ini, menggunakan metode pendekatan penelitian hukum sosio-legal. Penelitian sosio-legal, yaitu penelitian hukum dengan menggunakan asas dan prinsip hukum dalam meninjau, melihat, dan menganalisa masalah-masalah, dalam penelitian, selain itu meninjau pelaksanaan hukum dalam praktik
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) merupakan wujud komitmen negara dalam melindungi anak yang berhadapan dengan hukum melalui pendekatan keadilan restoratif yang menekankan pemulihan, bukan pembalasan, namun keberadaan Pasal 71 ayat (1) huruf e yang masih menempatkan pidana penjara sebagai pidana pokok bagi anak menunjukkan bahwa sistem sanksi pidana anak belum sepenuhnya selaras dengan nilai keadilan Pancasila, terlebih jika dikaitkan dengan arah pembaruan hukum pidana dalam KUHP Baru dan KUHAP Baru yang menegaskan tujuan pemidanaan tidak lagi semata-mata bersifat pembalasan, melainkan diarahkan pada pemulihan korban sejak tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga persidangan; kelemahan substansi hukum, pengaturan pidana penjara bagi anak masih mencerminkan corak retributif dan belum sepenuhnya menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai orientasi utama; kelemahan struktural, masih terdapat kelemahan pada aspek pemahaman aparat, koordinasi antarlembaga, serta keterbatasan sarana pembinaan dan rehabilitasi; dan kelemahan kultural, masih kuatnya pandangan bahwa pemenjaraan adalah bentuk keadilan menunjukkan belum terinternalisasinya paradigma pemulihan; penulis merekomendasikan untuk merekonstruksi Pasal 71 ayat (1) huruf e UU SPPA dengan mengganti pidana penjara menjadi rehabilitasi merupakan langkah pembaruan hukum yang konsisten dengan arah kebijakan pemidanaan dalam KUHP dan KUHAP baru.
Kata Kunci: Penjara; Anak; Keadilan

Dosen Pembimbing: Gunarto, Gunarto and Bawono, Bambang Tri | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 20 Apr 2026 02:00
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46148

Actions (login required)

View Item View Item