WIRAATMAJA, DODI (2026) REKONSTRUKSI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PENYALAHGUNA NARKOTIKA BERBASIS KEADILAN RESTORATIF. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300093_fullpdf.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300093_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300093_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300093_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (2MB)

Abstract

Perlindungan hukum terhadap anak jika masih ada anak yang berhadapan dengan hukum khususnya yang berkonflik atau menjadi pelaku narkotika. Mereka akan diproses melalui peradilan biasa dengan terdakwa anak dan bahkan diberikan putusan pidana penjara, padahal Undang-undang Sistem Peradilan Pidana anak menjunjung hak-hak anak serta menjamin anak untuk dibebaskan dari perampasan kemerdekaan dan pemidanaan sebagai upaya terakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan penegakan hukum terhadap anak korban penyalahguna narkotika belum berbasis keadilan restoratif; untuk menganalisis dan menemukan penegakan hukum terhadap anak korban penyalahguna narkotika; untuk menemukan dan merumuskan rekonstruksi penegakan hukum terhadap anak korban penyalahguna narkotika berbasis keadilan restoratif.
Penelitian hukum ini, menggunakan metode pendekatan penelitian hukum sosio-legal.
Penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin mengkhawatirkan dengan banyaknya anak usia belia (12–15 tahun) yang terjerat, sementara kerangka hukum seperti UU Narkotika, KUHP, KUHAP, UU Perlindungan Anak, dan UU SPPA belum sepenuhnya berorientasi pada pemulihan dan perlindungan anak; praktik penegakan hukum masih menempatkan anak pengguna sebagai pelaku, bukan korban yang seharusnya direhabilitasi sebagaimana amanat Pasal 54 UU Narkotika dan prinsip “the best interest of the child” dalam UU SPPA. Kelemahan efektivitas hukum dalam penanganan anak korban penyalahgunaan narkotika bersumber dari substansi hukum yang tidak jelas, penegak hukum yang cenderung represif, budaya hukum yang masih berorientasi pembalasan, keterbatasan sarana prasarana, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Kondisi ini menyebabkan pendekatan pemulihan dan rehabilitasi sulit diterapkan, sehingga hukum belum mampu memberikan perlindungan optimal bagi anak sebagai kelompok rentan. Untuk itu, penulis merekomendasikan rekonstruksi Pasal 79 ayat 1 dan pasal 82 huruf i dengan menambahkan rehabilitasi dan mengubah frasa pengguna dan penyalahguna menjadi pecandu dan korban penyalahguna.

Kata Kunci: Anak; Narkotika; Restorative Justice.

Dosen Pembimbing: Mashadurohatun, Anis and Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 20 Apr 2026 02:03
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46126

Actions (login required)

View Item View Item