TAJUDDIN, MULYADI ALRIANTO (2026) REKONSTRUKSI MODEL PEMBINAAN NARAPIDANA TERPADU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESIDIVIS NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEADILAN PANCASILA. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300021_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (2MB)
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300021_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (2MB)
Abstract
Latar belakang penelitian ini bersumber dari fakta mengenai tingginya tingkat residivisme narkotika di Lembaga Pemasyarakatan, serta belum optimalnya model pembinaan yang ada saat ini yang cenderung bersifat seragam, administratif, dan kurang mencerminkan pendekatan berbasis keadilan substantif. Permasalahan pokok yang diteliti adalah (1) belum terwujudnya nilai keadilan Pancasila dalam pembinaan narapidana narkotika, (2) kelemahan struktural, kultural, dan substansi hukum dalam pelaksanaan pembinaan narapidana saat ini, dan (3) perlunya rekonstruksi model pembinaan yang lebih kontekstual dan transformatif.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, wawancara mendalam, observasi di lapangan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura dan Sungguminasa, dengan menggunan data primer dan data sekunder. Teori keadilan Pancasila digunakan sebagai grand theory, teori sistem hukum Lawrence M. Friedman sebagai middle theory, dan teori tujuan pemidanaan sebagai applied theory untuk mengkaji permasalahan pembinaan narapidana narkotika secara menyeluruh.
Dari hasil survei, proses pembinaan narapidana narkotika yang dimiliki saat ini masih berlatarbelakang standar prosedural, belum diproses melalui asesmen risiko dan kebutuhan individu secara sistematis, serta minimnya integrasi antar pemangku kepentingan. Kekurangan tersebut dirasakan melalui terbatasnya regulasi, tidak adanya sumber daya profesional, rendahnya koordinasi lintas sektor, serta belum terintegrasinya kearifan lokal dalam program pembinaan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan untuk menyusun kembali model rehabilitasi gabungan dengan tiga pilar, yaitu: (1) penerapan Individual Correctional Plan (ICP) sesuai dengan asesmen risiko dan kebutuhan, (2) klasifikasi Lapas berdasarkan tingkat keamanan dan kebutuhan rehabilitasi, dan (3) penggabungan sistem aftercare yang berkesinambungan sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan lokal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini tidak hanya membawa inovasi dalam desain rehabilitasi narapidana narkotika, tetapi juga berkontribusi besar dalam penguatan sistem pemasyarakatan berbasis nilai keadilan Pancasila yang humanis dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Pembinaan Narapidana, Resedivis Narkotika, Rekontruksi Hukum, Keadilan Pancasila
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 01:52 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46089 |
