Utami, Fitri Pujianti (2026) KEPASTIAN HUKUM ATAS SUATU BENDA YANG MENJADI JAMINAN FIDUSIA YANG BELUM DILAKUKAN PENGHAPUSAN FIDUSIA SETELAH HAPUSNYA HUTANG. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302400039_fullpdf.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302400039_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302400039_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302400039_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (556kB)

Abstract

Hubungan antara kreditor dan debitor dalam dunia usaha membutuhkan kepastian hukum yang diwujudkan melalui instrumen jaminan, salah satunya jaminan fidusia. Meskipun Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan PP Nomor 21 Tahun 2015 telah mengatur kewajiban penghapusan setelah utang lunas, praktik menunjukkan banyaknya jaminan yang tidak dihapus sehingga objeknya tetap tercatat sebagai dijaminkan.
Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, menggunakan metode pendekatan yuridis konseptual. Data yang digunakan mencakup data primer, sekunder, dan non-hukum dengan mengumpulkan data secara kepustakaan yang dianalisis secara analisis preskriptif untuk menggambarkan dan mengevaluasi pelaksanaan roya fidusia.
Prosedur penghapusan (roya) jaminan fidusia dilakukan oleh kreditor setelah debitor melunasi seluruh kewajibannya dengan mengajukan permohonan ke Kantor Pendaftaran Fidusia hingga diterbitkan Surat Keterangan Roya. Namun karena penghapusan tidak terjadi otomatis, sering timbul perbedaan antara hapusnya fidusia secara materiil dan administratif. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, di mana debitor tidak dapat menggunakan kembali objek jaminan, kreditor baru kehilangan kepastian, dan berpotensi menimbulkan sengketa. Mekanisme roya dalam UU Jaminan Fidusia perlu diperkuat dengan aturan turunan yang jelas mengenai batas waktu dan sanksi bagi kreditor yang lalai, guna mencegah fidusia ulang dan memberikan kepastian hukum. Perbaikan sistem juga dapat ditempuh melalui digitalisasi dan integrasi data antar lembaga, kewajiban verifikasi oleh notaris, serta penguatan sertifikat fidusia sebagai titel eksekutorial agar lebih efektif melindungi kreditor dan debitor.

Kata Kunci: Kepastian Hukum, Roya, Jaminan Fidusia

Dosen Pembimbing: Darmadi, Nanang Sri | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 15 Apr 2026 09:17
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46004

Actions (login required)

View Item View Item