ALMAIDA, ADE FITRIA (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK OLEH NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA JUAL BELI SAHAM (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 15K/PID/2020). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302400002_fullpdf.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302400002_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302400002_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302400002_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (81kB)

Abstract

Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki kewenangan untuk membuat akta otentik sebagai alat bukti yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna. Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi bisnis, peran Notaris menjadi semakin penting dan menuntut pelaksanaan jabatan yang profesional, berintegritas, serta patuh terhadap kode etik. Namun dalam praktiknya masih ditemukan pelanggaran kode etik Notaris yang berujung pada tindak pidana, sebagaimana tercermin dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 15K/Pid/2020 terkait pembuatan akta jual beli saham yang tidak didasarkan pada fakta hukum yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum Notaris atas pelanggaran kode etik serta akibat hukum terhadap akta otentik yang dibuat.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara perspektif untuk menilai kesesuaian penerapan hukum dengan norma dan prinsip hukum yang ideal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Notaris tidak kebal hukum dan dapat dimintai pertanggungjawaban secara etik, administratif, perdata, maupun pidana apabila terbukti melanggar kewajiban jabatannya dan terlibat dalam perbuatan melawan hukum. Akta otentik yang memuat keterangan palsu atau unsur pemalsuan dapat kehilangan kekuatan pembuktiannya dan terdegradasi menjadi akta di bawah tangan apabila tidak memenuhi ketentuan formil dan materiil. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan serta penerapan upaya preventif dan represif guna menjamin kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan masyarakat terhadap profesi Notaris dan akta otentik.

Kata Kunci: Notaris, Akta Otentik, Pelanggaran Kode Etik, Akta Jual Beli Saham

Dosen Pembimbing: Hafidz, Jawade | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Fakultas Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 15 Apr 2026 04:34
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45999

Actions (login required)

View Item View Item