SULISTIAWATI, SULISTIAWATI (2026) PERTANGGUNG JAWABAN NOTARIS YANG SUDAH PENSIUN TERHADAP KESALAHAN AKTA YANG DI BUATNYA (Studi Kasus Putusan Nomor 94/PDT.G/2021/PN.Jkt.Utr). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302300272_fullpdf.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302300272_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302300272_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302300272_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (1MB)

Abstract

UU Jabatan Notaris dan Perubahannya menjadi dasar kewenangan notaris dan mengharuskan akta notaris dibuat sesuai ketentuannya, meskipun tanggung jawab atas akta tetap melekat setelah notaris mengakhiri masa jabatannya. Disharmoni antara apa dengan UUJN maupun perubahannya menimbulkan konflik norma dan problematika perlindungan hukum bagi notaris yang mengakhiri masa jabatannya sehingga diperlukan kehati-hatian sejak masa aktif serta perbaikan regulasi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui dan menganalisis tanggung jawab bagi Notaris terhadap akta yang dibuatnya setelah berakhir masa jabatannya; 2. Untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum bagi Notaris terhadap akta yang dibuatnya setelah berakhir masa jabatannya.
Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan Pendekatan perundang-undangan serta pendekatan konseptual. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka terhadap bahan-bahan hukum, baik bahan hukum primer, bahan hukum sekunder maupun bahan hukum tersier termasuk bahan non hukum. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan dua interpretasi yang meliputi interpretasi sistematis dan interpretasi gramatikal.
Hasil Penelitian ini yaitu: Putusan PN Jakarta Utara Nomor 94/Pdt. G/2021/PN. Jkt.Ut., menegaskan bahwa notaris tetap bertanggung jawab atas akta yang dibuatnya meskipun telah mengakhiri masa jabatannya. Dalam perkara ini, notaris lalai memenuhi syarat formil dan materiil akta sehingga akta kehilangan keabsahannya sebagai akta otentik. Kondisi tersebut menunjukkan kegagalan perlindungan Hukum preventif dan menuntut pertanggungjawaban perdata notaris melalui mekanisme peradilan. Serta, perlindungan hukum bagi notaris setelah berakhir masa jabatan tetap diberikan secara proporsional sesuai Pasal 65 Undang-Undang Jabatan Notaris, dengan membatasi tanggung jawab hanya pada akta sebagai produk kewenangannya. Melalui mekanisme pembuktian di pengadilan dan prinsip perlindungan Hukum preventif dan represif, sistem hukum menjaga kepastian, akuntabilitas, dan independensi notaris serta kepentingan para pihak.

Kata Kunci: Perlindungan Hukum; Notaris; Masa Jabatan.

Dosen Pembimbing: Darmadi, Nanang Sri | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 15 Apr 2026 04:38
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45989

Actions (login required)

View Item View Item