Dafitrianto, Wahyu Cakra (2026) HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN SELF EFFICACY DENGAN TINGKAT BURNOUT PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902200228_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902200228_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902200228_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902200228_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (350kB)

Abstract

Burnout pada perawat salah satu masalah yang serius yang dapat menurunkan kualitas pada pelayanan keperawatan dan kesejahteraan perawat. Motivasi kerja dan self efficacy adalah factor psikologis yang memiliki peran penting dalam menurunkan burnout. Tujuan hal tersebut untuk meminimalisir terjadinya burnout perawat dalam kinerja perawat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi hubungan motivasi kerja dan self efficacy dengan tingkat burnout perawat.

Metode : Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner berjumlah 98 responden dengan total populasi. Instrument yang digunakan meliputi kuesioner motivasi kerja (ERG), general self efficacy scale (GSES) dan maslach burnout inventory (MBI). Pengumpulan data yang diperooleh dan diolah dengan menggunakan Uji Spearman dan regresi logistic ordinal.

Hasil : Peneliti menemukan bahwa responden yang menyatakan motivasi kerja dalam kategori tinggi sebesar 89 responden dengan persentase (90,8%), self efficacy perawat juga menunjukkan kategori tinggi pada 90 responden dengan persentase (91,8%), dan pada tingkat burnout mayoritas berada pada rentang kategori rendah sebesar 65 responden dengan persentase (66,4). Hasil uji statistic menunjukan terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan tingkat burnout dengan nilai p = 0.000 (a = -0.358), dan menunjukkan terdapat hubungan antara self efficacy dengan tingkat burnout dengan nilai p = 0.013 (a = -0.250), serta dalam statistic multivariat ditemukan bahwa dominan dalam mempengaruhi burnout yaitu motivasi kerja dengan nilai p = 0.012 (E = -2.030).

Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan self efficacy dengan tingkat burnout perawat. Perawat dengan motivasi kerja dan self efficacy tinggi cenderumg memiliki tingkat burnout yang lebih rendah. Motivasi kerja menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi burnout.

Kata Kunci : Motivasi kerja , Self efficacy, dan Burnout

Dosen Pembimbing: Sari, Dyah Wiji Puspita | nidn0622078602
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa FIK - Skripsi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 14 Apr 2026 08:48
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45917

Actions (login required)

View Item View Item