HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200229_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan ancaman kesehatan masyarakat di daerah tropis seperti Indonesia, dengan pencegahan yang sangat bergantung pada perilaku keluarga. Tingkat pengetahuan dan sikap keluarga diduga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas upaya pencegahan, namun masih terdapat kesenjangan dalam implementasinya, seperti yang terlihat di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu dengan kasus yang cukup tinggi.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel sebanyak 66 keluarga dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dari populasi 205 kasus DBD (Maret-Mei 2025). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (59,1%) dan sikap negatif (68,2%) terhadap pencegahan DBD, dengan 62,1% menunjukkan praktik pencegahan yang kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan DBD (p=0,002; r=0,362) dan antara sikap keluarga dengan pencegahan DBD (p=0,000; r=0,632).
Simpulan & saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap keluarga dengan praktik pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu, meskipun mayoritas responden masih memiliki pengetahuan rendah, sikap negatif, dan praktik pencegahan yang kurang optimal.
Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Keluarga, Pengetahuan, Pencegahan, sikap
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
