HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN BURNOUT KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200231_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Burnout merupakan masalah serius yang banyak dialami perawat akibat tingginya tuntutan kerja, tekanan emosional, serta kurangnya waktu istirahat. Kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi, kualitas layanan, dan efektivitas kerja. Motivasi kerja berperan penting dalam mencegah burnout, karena motivasi yang tinggi mampu meningkatkan kinerja dan ketahanan psikologis perawat. Studi pendahuluan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang menunjukkan sebagian perawat mengalami burnout kategori sedang meskipun memiliki motivasi kerja yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi kerja dan burnout kerja pada perawat.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional untuk menilai hubungan antara motivasi kerja dan burnout pada perawat. Sampel penelitian diambil menggunakan metode total sampling dengan melibatkan seluruh populasi yang berjumlah 98 perawat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antar variabel.
Hasil: Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan bermakna antara motivasi kerja dan burnout kerja pada perawat, dengan nilai koefisien korelasi (r) = -0,496 dan nilai signifikansi (p-value) = 0,000 (p < 0,05). Hubungan tersebut bersifat sedang dan berarah negatif, yang berarti semakin tinggi motivasi kerja, semakin rendah tingkat burnout perawat.
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dan burnout kerja perawat, dengan korelasi sedang dan berarah negatif, yang berarti semakin tinggi motivasi kerja maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar institusi meningkatkan motivasi kerja perawat melalui dukungan organisasi, lingkungan kerja yang kondusif, serta pemberian penghargaan yang memadai untuk membantu menurunkan risiko burnout.
Kata kunci: burnout, motivasi kerja, perawat.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
