Wijayanti, Catur (2026) PENGALAMAN PASIEN MYASTHENIA GRAVIS (MG) YANG MENJALANI THERAPEUTIC PLASMA EXCHANGE (TPE). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902400372_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902400372_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902400372_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902400372_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (150kB)

Abstract

Myasthenia Gravis (MG) adalah penyakit autoimun langka yang menyebabkan kelemahan otot progresif. Therapeutic Plasma Exchange (TPE) merupakan terapi lini utama untuk krisis miastenia, namun prosedurnya yang invasif dan kompleks memberikan dampak yang luas pada kehidupan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien MG yang menjalani TPE ditinjau dari aspek bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang melibatkan partisipan pasien MG di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi lima tema utama: 1) Dimensi Fisik: Keluhan utama berupa ptosis, diplopia, dan dispnea yang membaik pasca-TPE, namun disertai efek samping hipotermi (menggigil) dan kelelahan. 2) Dimensi Psikologis: Adanya kecemasan terhadap prosedur medis yang diatasi dengan afirmasi positif. 3) Dimensi Sosial: Pembatasan aktivitas sosial secara fisik yang dikompensasi melalui penggunaan teknologi komunikasi digital. 4) Dimensi Kultural: Pengaruh latar belakang budaya dalam koping, seperti sikap "nrimo" pada budaya Jawa dan kemandirian fungsional pada budaya non-Jawa (Minang). 5) Dimensi Spiritual: Peningkatan kedekatan diri kepada Tuhan dan pemaknaan sakit sebagai ujian yang meningkatkan kepatuhan ibadah. Kesimpulan: Pengalaman pasien MG yang menjalani TPE merupakan proses adaptasi holistik yang kompleks. Diperlukan dukungan keperawatan yang tidak hanya berfokus pada kestabilan fisik (terutama manajemen suhu saat TPE), tetapi juga dukungan psikospiritual dan kepekaan terhadap latar belakang budaya pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kata Kunci: Myasthenia Gravis, Therapeutic Plasma Exchange, Fenomenologi, Pengalaman Pasien

Dosen Pembimbing: Sulistyaningsih, Dwi Retno | nidn0602037603
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa FIK - Skripsi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:38
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45864

Actions (login required)

View Item View Item