Aulis, Gouldy Johana (2026) IMPLEMENTASI DIVERSI DALAM PENANGANAN ANAK PENGGUNA NARKOTIKA DI POLRESTABES SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200367_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200367_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200367_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200367_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (616kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kepolisian implementasi penyalahgunaan narkotika oleh anak di bawah umur serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan diversi. Anak sebagai generasi penerus bangsa masih berada pada tahap perkembangan yang rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika. Dampaknya tidak hanya mengganggu kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghambat perkembangan dan masa depan anak. Secara hukum, negara wajib melindungi hak anak berdasarkan prinsip kepentingan terbaik sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang menekankan pendekatan rehabilitatif dan keadilan restoratif melalui mekanisme diversi.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta penelitian lapangan melalui wawancara dan observasi di Polrestabes Semarang. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan implementasi diversi dan faktor- faktor yang memengaruhinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi diversi oleh Polrestabes Semarang telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan melalui tahapan identifikasi, asesmen kebutuhan anak, dan musyawarah diversi yang melibatkan berbagai pihak, seperti orang tua, pembimbing kemasyarakatan, pekerja sosial, serta tokoh masyarakat. Diversi umumnya menghasilkan rujukan rehabilitasi medis atau sosial, konseling, maupun pengembalian anak kepada orang tua dengan pengawasan. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan regulasi dalam perkara tertentu (misalnya apabila anak berperan sebagai pengedar), kurangnya aparat bersertifikasi peradilan anak, resistensi masyarakat yang berorientasi pada pemidanaan, serta minimnya sarana dan fasilitas rehabilitasi. Di sisi lain, faktor pendukung implementasi diversi meliputi landasan hukum yang kuat, kerja sama lintas lembaga, dukungan keluarga, serta berkembangnya paradigma keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana. Kata Kunci: Diversi, anak dan narkotika.

Dosen Pembimbing: Pinandito, Rizki Adi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 09 Apr 2026 03:59
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45615

Actions (login required)

View Item View Item