Afifudin, Muhammad (2026) KONFLIK KELUARGA AKIBAT TANAH WARISAN DIJUAL SECARA SEPIHAK OLEH SALAH SATU AHLI WARIS PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Penelitian di Desa Karangrejo Kecamatan Dempet Kabupaten Demak). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200328_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200328_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200328_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200328_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (123kB)

Abstract

Konflik keluarga yang kerap terjadi dalam masyarakat, terutama mengenai pembagian tanah warisan, dimana adanya perebutan tanah warisan yang terjadi karena salah satu ahli waris menjual tanah warisan secara sepihak. Padahal hal tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah bersama, namun keluarga yang berkonflik lebih memilih jalur hukum dalam penyelesaian permasalahan ini.
Dalam hal ini peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut perkembangan konflik ini, apalagi konflik yang jarang terjadi di masyarakat. Serta cara penyelesaian konflik yang terjadi dapat melalui perspektif Kompilasi Hukum Islam. Metode pendekatan penelitian ini menggunakan metode pendekatan sosiologi hukum. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data sekunder. Data sekunder meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data sekunder menggunakan Wawancara dan Dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kesalahpahaman antara para ahli waris sehingga menyebabkan konflik. Berawal dari tanah warisan yang lebih dahulu telah dijual oleh salah satu ahli waris setelah adanya pembagian harta warisan secara sah. Di sisi lain, terdapat salah satu ahli waris yang kemudian mengganti sertifikat tanah warisan tersebut menjadi atas nama istri ahli waris. Selang beberapa tahun, ahli waris yang telah menjual tanah warisan tersebut meminta haknya kembali untuk mendapat harta warisan. Namun, karena telah dibagi rata dan pada awal pembagian beliau tidak mengakui perbuatannya itu, maka dalam hal ini beliau merasa dirugikan. Kemudian, upaya untuk menyelesaikan konflik keluarga akibat salah satu ahli waris menjual tanah warisan secara sepihak yang ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam Pasal 185 yang menyatakan bahwa ahli waris yang meninggal lebih dulu daripada pewaris, maka kedudukannya dapat digantikan anaknya. Hal ini kemudian dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik keluarga tersebut.

Kata Kunci: Konflik Keluarga, Tanah Warisan, Kompilasi Hukum Islam

Dosen Pembimbing: Purnawan, Amin | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 09 Apr 2026 04:04
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45602

Actions (login required)

View Item View Item