Febrianti, Erika (2026) TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK AKIBAT PERKAWINAN DIBAWAH TANGAN (Studi Putusan Nomor: 335/Pdt.P/2023/PA.Smg). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200117_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200117_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200117_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200117_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (193kB)

Abstract

Perkawinan dibawah tangan yaitu perkawinan yang dilakukan sesuai dengan syariat agama tetapi tidak dicatatkan ke petugas resmi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) yang diatur oleh Undang-Undang Perkawinan. Perkawinan dibawah tangan tidak diakui secara sah kedudukannya oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perkawinan dibawah tangan juga tidak memiliki kepastian hukum. Anak dari perkawinan ini seringkali menghadapi kendala administratif seperti kesulitan pengurusan akta kelahiran, hak waris yang terbatas, sehingga dampak psikis akibat ketidakjelasan status hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak akibat perkawinan dibawah tangan serta untuk mengetahui kendala dan solusi dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak akibat perkawinan dibawah tangan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dengan Hakim di Pengadilan Agama Semarang dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, dan Putusan Nomor: 335/Pdt.P/2023/PA.Smg. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara. Data analisis secara kualitatif untuk menggambarkan dan mengetahui perlindungan hukum terhadap anak akibat perkawinan dibawah tangan.
Berdasarkan rumusan masalah mengenai perlindungan perlindungan hukum terhadap anak akibat perkawinan dibawah tangan (Putusan Nomor: 335/Pdt.P/2023/PA.Smg.) hasil penelitian menggambarkan bahwa Hakim Pengadilan Agama Semarang memberikan perlindungan hukum melalui permohonan penetapan asal usul anak. Hakim Pengadilan Agama Semarang memperhatikan keadilan substantif dan mengedepankan asas kepentingan terbaik bagi anak. Selanjutnya, hambatan dalam memberikan perlindungan tersebut meliputi, faktor prosedural yang tergesa-gesa, faktor ekonomi, dan tidak memenuhi rukun perkawinan, Adapun solusi yang diberikan dalam perlindungan hukum terhadap anak akibat perkawinan dibawah tangan yaitu memberikan petunjuk agar dalil-dalil sesuai dengan ketentuan syarat sahnya perkawinan, mengedukasi dan sosialisasi pentingnya pencatatan perkawinan, dan pembuktian dengan melakukan tes DNA.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Anak , Perkawinan Dibawah Tangan

Dosen Pembimbing: Suwondo, Denny | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 08 Apr 2026 03:40
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45487

Actions (login required)

View Item View Item