Fawwazki, Fakhrian (2026) PERANAN VISUM ET REPERTUM DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DI PENGADILAN SEMARANG (Studi Putusan Nomor 513/Pid.b/2024/PN.Smg). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200106_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200106_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200106_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200106_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (103kB)

Abstract

Perkembangan sistem peradilan pidana di Indonesia menempatkan Visum et Repertum sebagai salah satu alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP. Dalam perkara tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, keberadaan Visum et Repertum memiliki peranan penting untuk membuktikan unsur akibat berupa luka berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP. Visum et Repertum tidak hanya berfungsi sebagai keterangan ahli dalam bentuk tertulis, tetapi juga mengetahui derajat kesalahan pelaku kepada korban, hubungan kausalitas antara perbuatan terdakwa dan akibat yang ditimbulkan, serta menentukan berat ringannya pidana yang dijatuhkan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya bersifat deskriptif analisis, jenis dan sumber data yang digunakan yaitu menggunakan data sekunder yang diklasifikasikan menjadi tiga yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, metode pengumpulan data nya menggunakan studi dokumen dan studi kepustakaan, dan metode analisi data menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan yaitu peranan Visum et Repertum dalam pembuktian tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat di Pengadilan Negeri Semarang menurut Undang-Undang Hukum Pidana diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk rekomendasi akademik dan praktis bagi pengembangan ilmu hukum pidana Dan pertimbangan hukum hakim dalam menilai Visum et Repertum untuk menentukan tanggung jawab pidana pelaku dalam putusan Nomor 513/Pid.b/2024/PN.Smg adalah menjadi pijakan bagi reformulasi kebijakan hukum yang lebih responsif sehingga tercapai pembuktian yang sah dan meyakinkan dan dapat memperkuat konsistensi penerapan hukum dalam perkara penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, menjamin kepastian hukum, serta mewujudkan keadilan dan kemanfaatan dalam proses peradilan pidana di Indonesia.
Kata Kunci: Luka Berat, Penganiayaan, Tindak Pidana, Visum et Repertum.

Dosen Pembimbing: Taufiq, Muhammad | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 08 Apr 2026 03:43
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45481

Actions (login required)

View Item View Item