RAHMASARI, MARSYANDA SUKMA (2026) PERANAN KEJAKSAAN NEGERI SEMARANG DALAM MENUNTUT TINDAK PIDANA KEKERASAN RUMAH TANGGA MENURUT UNDANG UNDANG NO 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302100193_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302100193_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302100193_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302100193_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (65kB)

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan domestik, tetapi sebagai tindak pidana yang membutuhkan penegakan hukum secara tegas. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga memberikan landasan hukum bagi negara, khususnya Kejaksaan, untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan jaksa dalam proses penuntutan tindak pidana KDRT serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi Kejaksaan Negeri Semarang dalam pelaksanaannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yaitu mengkaji penerapan hukum dalam praktik melalui pendekatan normatif dan data empiris hasil wawancara dengan Jaksa pada Kejaksaan Negeri Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaksa memiliki peranan strategis sebagai dominus litis dalam meneliti berkas perkara, menyusun surat dakwaan, menghadirkan alat bukti, serta memberikan perlindungan hukum bagi korban. Kejaksaan juga menerapkan keadilan restoratif secara selektif dalam kasus tertentu sesuai ketentuan hukum. Namun, proses penuntutan masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain minimnya alat bukti karena peristiwa terjadi di ruang privat, korban yang enggan melapor atau menarik laporan karena tekanan emosional dan budaya patriarki, kendala administratif ketika pihak berada di luar kota, serta keterbatasan layanan pendukung bagi korban. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dengan implementasi di lapangan sehingga diperlukan penguatan peran jaksa dalam perspektif perlindungan korban dan pembuktian perkara KDRT.

Kata Kunci: Penuntutan, KDRT, Kejaksaan

Dosen Pembimbing: Ngazis, Muhammad | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 07 Apr 2026 08:42
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45420

Actions (login required)

View Item View Item