Wardani, Angelia Nur (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SENGKETA MEREK KOSMETIK : KASUS VANITY COSMECEUTICAL SDN.BHD, MELAWAN PT.IKA PHARMINDO PUTRAMAS. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302100056_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302100056_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302100056_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302100056_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (464kB)

Abstract

Perkembangan industri kosmetik yang pesat mendorong meningkatnya persaingan usaha, khususnya dalam penggunaan merek sebagai identitas dan nilai komersial suatu produk. Kondisi ini berpotensi menimbulkan sengketa hukum apabila terjadi penggunaan merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya.. Sengketa Merek dalam industri Kosmetik merupakan permasalahan Hukum yang kerap terjadi seiring dengan meningkatnya persaingan usaha yang kerap terjadi seiring dengan meningkatnya persaingan usaha dan nilai komersial suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara yuridis sengketa merek kosmetika antara Vanity Cosmeceutical Sdn. Bhd. dan PT Ika Pharmindo Putramas, serta menganalisis penerapan ketentuan Hukum Merek yang berlaku di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan yang digunakan yuridis-normatif, spesifikasi data yang bersifat deskriptif-analisis. Dengan menggunakan studi kepustakaan dengan sumber data sekunder yang didukung dengan bahan hukum primer seperti Undang-undang yang berlaku dan kamus-kamus hukum beserta situs internet, serta analisis data deskriptif-kualitatif.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan sengketa Merek Kosmetik antara Vanity Cosmeceutical Sdn. Bhd. dan PT Ika Pharmindo Putramas merupakan sengketa yang diselesaikan melalui Pengadilan Niaga dengan berlandaskan ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Dalam perkara tersebut, Majeis Hakim menilai bahwa Vanity Cosmeceutical Sdn. Bhd. Tidak memiliki kedudukan hukum yang kuat karena tidak memiliki Merek terdaftar di Indonesia pada saat pengajuan gugatan. Oleh karena itu, perlindungan hukum atas merek diberikan kepada PT Ika Pharmindo Putramas sebagai pihak yang telah lebih dahulu mendaftarkan mereknya secara sah, sesuai dengan prinsip Fist to file yang dianut dalam system hukum merek di Indonesia.
Penyeslesaian ini diselesaikan secara litigasi, dimana Majelis Hakim mengabulkan eksepsi tergugat mengenai gugatan kabur (obscuur libel), sehingga gugatan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk Verklaard). Putusan tersebut menunjukan bahwa penerapan prinsip first to file serta ketetapan perumusan posita dan petitum gugatan merupakan factor yang sangat menentukan dalam penyelesaian sengketa merek dagang di Pengadilan Niaga.
Kata Kunci; Sengketa Merek. Merek Kosmetik, Tinjauan Yuridis

Dosen Pembimbing: Setyawati, Setyawati | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 07 Apr 2026 08:42
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45419

Actions (login required)

View Item View Item