HUBUNGAN PERSEPSI KETIDAKCUKUPAN ASI DENGAN PEMBERIAN ASI SELAMA ENAM BULAN PERTAMA PASCA PERSALINAN DIWILAYAH KELURAHAN BANGETAYU KULON
Berkas Tugas Akhir
Kebidanan_32102200040_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Capaian ASI Eksklusif nasional masih menghadapi tantangan besar, salah satunya disebabkan oleh faktor psikologis ibu. Persepsi Ketidakcukupan ASI (Perceived Insufficient Milk) sering kali menjadi alasan utama ibu menghentikan pemberian ASI eksklusif sebelum enam bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi ketidakcukupan ASI dengan pola pemberian ASI selama enam bulan pertama pasca persalinan di Kelurahan Bangetayu Kulon.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, diambil dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pemberian ASI dan kuesioner H&H (Hill Humenik scale). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu memberikan ASI Parsial (56,9%), sementara ASI Eksklusif hanya mencapai 41,2%. Sebagian besar responden memiliki persepsi ketidakcukupan ASI kategori rendah (41,2%) dan sedang (37,3%), tinggi (21,6%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan arah negatif antara persepsi ketidakcukupan ASI dengan pemberian ASI (p=0,000; r=-0,912).
Simpulan: Semakin tinggi persepsi ketidakcukupan ASI, maka semakin rendah peluang keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai fisiologi laktasi dan dukungan psikologis sejak masa antenatal guna membangun kepercayaan diri ibu dalam menyusui.
Kata Kunci: ASI Eksklusif, Persepsi Ketidakcukupan ASI, IMD, Ibu Pasca Bersalin.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
