POHAN, DAUD WALUYO (2025) FORMULASI SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400581_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400581_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Tindak pidana pencurian dengan kekerasan masih ditangani dengan pendekatan yang menitikberatkan pada penghukuman pelaku, sementara pemulihan kerugian korban melalui restitusi belum berjalan efektif. Diperlukan perbaikan regulasi dan praktik peradilan agar sanksi pidana tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga mampu memulihkan hak korban dan mengembalikan keseimbangan sosial secara menyeluruh. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerapan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam hukum pidana di Indonesia saat ini dan untuk mengetahui dan menganalisis konsep ideal penerapan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam hukum pidana di Indonesia.
Metode pendekatan yang dipergunakan penyusunan tesis ialah penelitian yuridis normatif. Spesifikasi dalam penelitian ini deskriptif analisis. Teori yang digunakan meliputi teori sistem hukum dan teori keadilan.
Hasil penelitian ini adalah Penerapan sanksi pidana terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan di Indonesia saat ini berlandaskan Pasal 365 KUHP dan sangat menekankan kepastian hukum melalui proses penyidikan, penuntutan, dan pemidanaan yang mengikuti asas legalitas serta praduga tidak bersalah. Hakim menjatuhkan pidana berdasarkan pembuktian dan pemidanaan yang berlaku, baik retributif, utilitarian, maupun gabungan. Namun orientasi pemidanaan masih lebih menitikberatkan pada penghukuman pelaku daripada pemulihan korban, sehingga tujuan hukum untuk mengembalikan keseimbangan sosial belum tercapai secara optimal. Konsep ideal penerapan sanksi pidana terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan harus menempatkan pemulihan korban sebagai tujuan utama, sehingga pemidanaan tidak hanya berfokus pada hukuman penjara, tetapi juga pada pengembalian kerugian materiil maupun nonmateriil yang dialami korban. Mekanisme restitusi dan kompensasi perlu dirancang lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi melalui harmonisasi KUHP, KUHAP, dan UU 31 Tahun 2014 agar hak korban dapat terlindungi tanpa hambatan prosedural. Dengan keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan, pemidanaan berfungsi tidak hanya sebagai pembalasan, tetapi juga sebagai sarana pemulihan sosial yang mengembalikan rasa aman dan martabat korban.
Kata Kunci: Restitusi, Sanksi Pidana, Tindak Pidana Pencurian
| Dosen Pembimbing: | Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:27 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44894 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
