library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

ANALISIS SANKSI TINDAKAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEADILAN

Detail Tugas Akhir

ANALISIS SANKSI TINDAKAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEADILAN

PRAMUDYO, WISNU (2025) ANALISIS SANKSI TINDAKAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEADILAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400561_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (102kB)
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400561_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (1MB)

Abstract

Sifat wajib untuk rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial ini seharusnya menjadi landasan yang penting bagi hakim untuk mengambil tindakan dalam memutus perkara terhadap korban dan penyalahgunaan narkotika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis regulasi sanksi tindakan rehabilitasi terhadap pecandu narkotika di Indonesia, mengetahui dan menganalisis konsep ideal penegakan hukum terhadap pecandu narkotika berbasis nilai keadilan.
Penelitian hukum ini, menggunakan metode penelitian hukum empiris. Penelitian yuridis empiris, yaitu penelitian hukum dengan menggunakan asas dan prinsip hukum dalam meninjau, melihat, dan menganalisa masalah-masalah, dalam penelitian, selain itu meninjau pelaksanaan hukum dalam praktik.
Regulasi rehabilitasi bagi pecandu sebenarnya telah diatur dalam UU No. 35 Tahun 2009 melalui Pasal 54, 55, dan 103, serta didukung mekanisme asesmen dan wajib lapor, namun implementasinya belum efektif karena praktik peradilan masih mengutamakan pemidanaan. Sistem double track yang memungkinkan rehabilitasi sebagai tindakan alternatif sering terabaikan akibat multitafsir Pasal 112 dan 127 serta dominannya pendekatan represif aparat penegak hukum. Pecandu yang seharusnya dipandang sebagai pasien tetap rentan dikriminalisasi karena lemahnya penyaringan medis awal, buruknya koordinasi antar lembaga, dan tidak optimalnya fasilitas rehabilitasi, terutama di lembaga pemasyarakatan. Perbandingan dengan Belanda dan Portugal menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kesehatan publik lebih berhasil, di mana pengguna tidak dipidana, tetapi langsung diarahkan ke layanan pemulihan dan hanya pengedar yang menjadi fokus penindakan. Ketertinggalan Indonesia dalam menerapkan paradigma ini disebabkan oleh budaya pemidanaan yang kuat dan pemahaman publik yang keliru bahwa penjara adalah solusi, sehingga prinsip keadilan substantif bagi pecandu belum terwujud.
Kata Kunci: Rehabilitasi; Narkotika; Pecandu.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints