BIHAQI, MOHAMAD FIDDIN (2025) EFEKTIVITAS SANKSI TINDAKAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA BERBASIS KEMANFAATAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400492_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400492_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400492_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400492_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (92kB)

Abstract

Efektivitas program rehabilitasi bagi pecandu narkotika di Indonesia masih belum maksimal. Meskipun rehabilitasi dimaksudkan sebagai upaya pemulihan agar pecandu dapat kembali berfungsi sosial, kenyataannya masih banyak kasus pengulangan (relapse) yang menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan belum sepenuhnya menyentuh akar masalah, baik dari sisi medis, psikologis, maupun sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis efektivitas sanksi tindakan rehabilitasi terhadap pecandu narkotika berbasis nilai kemanfaatan., untuk mengkaji dan menganalisis penegakan hukum ideal terhadap terhadap pecandu narkotika di masa yang akan datang.
Penelitian hukum ini, merupakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang memiliki objek kajian tentang kaidah atau aturan hukum. Penelitian hukum normatif meneliti kaidah atau peraturan hukum sebagai suatu bangunan sistem yang terkait dengan suatu peristiwa hukum. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan argumentasi hukum sebagai dasar penentu apakah suatu peristiwa telah benar atau salah serta bagaimana sebaiknya peristiwa itu menurut hukum.
Efektivitas sanksi rehabilitasi terhadap pecandu narkotika mencerminkan penerapan sistem double track system yang menyeimbangkan pemulihan dan penegakan hukum melalui rehabilitasi medis dan sosial sesuai UU No. 35 Tahun 2009. Rehabilitasi dipandang sebagai bentuk depenalisasi dan dekriminalisasi bagi pecandu yang merupakan korban ketergantungan (self victimizing victims), dengan tahapan detoksifikasi, terapi, dan reintegrasi sosial. Namun pelaksanaannya masih terhambat koordinasi antarpenegak hukum, keterbatasan fasilitas, dan stigma sosial. Penegakan hukum ideal di masa depan harus berorientasi pada kemanusiaan, menjadikan rehabilitasi sebagai hak pemulihan berbasis due process of law, dengan asesmen terpadu transparan, pengawasan independen, serta sinergi antar lembaga (BNN, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Kemenkes). Mengadopsi model Portugal yang menempatkan pecandu sebagai pasien, Indonesia perlu menerapkan kebijakan dekriminalisasi terbatas, memperkuat fasilitas dan SDM rehabilitasi, serta membangun budaya hukum yang humanis agar pecandu dapat pulih, reintegrasi sosial berjalan berkelanjutan, dan tujuan kemanfaatan sosial serta keadilan dapat tercapai.
Kata Kunci: Efektivitas; Rehabilitasi; Narkotika.

Dosen Pembimbing: Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 21 Jan 2026 02:12
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44827

Actions (login required)

View Item View Item