PRASETYO, JOKO (2025) TINJAUAN HUKUM PENERAPAN SCIENTIFIC CRIME INVESTIGATION OLEH KEPOLISIAN SEBAGAI UPAYA PEMBUKTIAN KEJAHATAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400475_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400475_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400475_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400475_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (21kB)

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi forensik, analisis digital, dan berbagai metode ilmiah lainnya, aparat penegak hukum kini dapat mengumpulkan dan menganalisis bukti dengan lebih akurat dan sistematis. Scientific Crime Investigation sebagai proses penyidikan yang dalam sistem pembuktiannya memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang diaplikasikan dalam fungsi Forensik. Semua alat-alat bukti yang sah menurut Hukum Acara Pidana yang berlaku mempunyai kekuatan hukum yang sama. Permasalahannya terletak pada sejauh mana alat-alat bukti yang sah itu berguna dan dapat membantu dalam proses peradilan pada umumnya dalam proses penyidikan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) legitimasi hukum atas fungsional metode scientific crime investigation dalam proses penanganan kejahatan, (2) hakikat urgensitas fungsional metode scientific crime investigation dalam upaya pembuktian kejahatan, dan (3) problematika dalam penerapan metode scientific crime investigation dalam upaya pembuktian kejahatan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.
Hasil penelitian dan Pembahasan dapat disimpulkan: (1) Secara legitimasi hukum terhadap upaya pembuktian menggunakan metode scientific crime investigation ada beberapa ketentuan yuridis yang mengakomodir legalitas tindakan SCI tersebut antara lain ketentuan Pasal 120 KUHAP dalam hal penyidik menganggap perlu, ia dapat meminta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus. (2) Secara urgensitas, metode ini sangat lah membantu implementasi Scientific Crime Investigation telah merevolusi cara pembuktian kasus pidana. Jika diterapkan dengan benar, strategi ini dikatakan sangat berguna bagi penegak hukum dalam memecahkan kasus-kasus yang tidak memiliki bukti. Ketika semua upaya penyidikan konvensional tidak dapat diungkapkan dan mengalami kebuntuan, hukum beralih ke bidang ilmiah lain untuk membantu dan secara legalitas hal tersebut sah dan menjadi representasi sebuah support system dalam kelancaran penegakan hukum. (3) Kendatipun metode Scientific Crime Investigation dalam pembuktian suatu kejahatan yang kurang alat bukti ini sangat efektif dan akurat namun ada beberapa problematika sebagai bagian dari kelemahan penggunaan metode ini dalam pengungkapan berbagai tindak pidana. Pada prinsipnya SCI ini menggunakan ilmu pengetahuan yang berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Data pemeriksaan menjadi lebih rumit dan terperinci seiring berjalannya waktu. Kesalahan, seperti data yang hilang atau salah, umum terjadi saat memproses bukti, dan ini berkaitan dengan pembatasan atau pengurangannya.

Kata Kunci: Scientific Crime Investigation, Kepolisian, Pembuktian Kejahatan

Dosen Pembimbing: Gunarto, Gunarto | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 21 Jan 2026 02:07
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44812

Actions (login required)

View Item View Item