ARWANI, IKA MALA (2025) EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI SAKSI DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL (STUDI KASUS POLRESTA PATI). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400466_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400466_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Anak yang menjadi korban sekaligus saksi dalam suatu proses peradilan pidana dalam kasus kekerasan seksual kerap mengalami traumatic untuk kedua kalinya setelah anak menjadi korban dan kemudian trauma akibat memberikan kesaksian dihadapan para pelaku kekerasan seksual. Anak sebagai saksi dalam kasus kekerasan seksual juga kerap mengalami pengancaman dan tindakan kekerasan dari pelaku kekerasan seksual, utamanya ketika anak tidak di dalam pengawasan. Hal ini kerap terjadi di wilayah Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan perlindungan anak sebagai saksi dalam kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pati. Untuk mengetahui dan menganalisis kelemahan dan solusi dalam persoalan pelaksanaan perlindungan anak sebagai saksi dalam kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pati.
Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah yuridis empiris. Dalam penelitian hukum non doktrinal ini hukum dikonsepsikan secara sosiologis sebagai suatu gejala empiris yang dapat diamati di dalam kehidupan. Segi substansinya, hukum terlihat sebagai suatu kekuatan sosial yang empiris wujudnya, namun yang terlihat secara sah dan bekerja untuk perilaku-perilaku actual warga masyarakat. Teori penelitian yang digunakan yaitu Teori Perlindungan Hukum Menurut Socrates, Teori Sistem Hukum Hukum Lawrence M. Friedman dan Teori Hukum Progresif Menurut Satjipto Rahardjo.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perlindungan anak sebagai saksi dalam kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pati telah diatur secara hukum, namun masih banyak anak yang menjadi korban pengancaman selama proses hukum, sebagaimana diungkapkan oleh Direktur LBH Advokasi Nasional Pati, Maskuri Alfaty. Kelemahan perlindungan ini meliputi ketidakmampuan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban untuk bertindak tanpa pengaduan, kurangnya sensitivitas aparat hukum terhadap kebutuhan emosional anak, fasilitas ruang sidang ramah anak yang belum memadai, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak-hak anak dan mekanisme perlindungan saksi. Solusi yang disarankan meliputi pembuatan pedoman khusus bagi aparat hukum, penggunaan teknologi untuk mengurangi kehadiran fisik anak di pengadilan, serta jaminan kerahasiaan identitas anak. Ke depan, efektivitas perlindungan hukum perlu diarahkan pada pembaruan sistem hukum yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan substantif, di mana aparat penegak hukum mengedepankan nilai-nilai empati dan kepentingan terbaik bagi anak.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Saksi, Kekerasan Seksual
| Dosen Pembimbing: | Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 02:21 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
