AMRI, FAISOL ASKHABUL (2025) EFEKTIVITAS PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENGHENTIAN PENUNTUTAN TINDAK PIDANA PENCURIAN BERBASIS KEPASTIAN HUKUM (STUDY KASUS KEJAKSAAN NEGERI KABUPATEN TEGAL). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400440_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400440_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Penegakan hukum pidana di Indonesia saat ini mengalami pergeseran paradigma dari yang bersifat retributif menuju pendekatan yang lebih humanis melalui konsep restorative justice. Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki peran penting dalam menerapkan mekanisme penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas penerapan restorative justice dalam penghentian penuntutan tindak pidana pencurian di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal serta bagaimana penerapannya mampu mewujudkan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan jaksa, aparat penegak hukum terkait, serta pihak korban dan pelaku yang terlibat dalam proses restorative justice, disertai dengan telaah dokumen hukum dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menilai aspek efektivitas, kepastian hukum, dan keadilan bagi para pihak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice dalam perkara pencurian di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal telah berjalan cukup efektif, karena mampu menyelesaikan perkara secara cepat, sederhana, dan berbiaya ringan serta mengedepankan pemulihan hubungan antara korban dan pelaku. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep keadilan restoratif dan keterbatasan pedoman teknis dalam penilaian kelayakan perkara. Meskipun demikian, penerapan restorative justice tetap sejalan dengan prinsip kepastian hukum, karena dilakukan berdasarkan dasar hukum yang jelas dan mekanisme yang transparan sesuai ketentuan Peraturan Jaksa Agung.
Dengan demikian, restorative justice dalam penghentian penuntutan tindak pidana pencurian di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal dapat dikatakan efektif dan memenuhi asas kepastian hukum, meskipun masih perlu peningkatan pemahaman serta penguatan regulasi teknis agar pelaksanaannya semakin optimal.
Kata Kunci: Restorative Justice, Penghentian Penuntutan, Tindak Pidana Pencurian, Kepastian Hukum, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal.
| Dosen Pembimbing: | Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 02:16 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
