library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

REFORMULASI REGULASI SANKSI PIDANA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN ONLINE BERBASIS KEADILAN

Detail Tugas Akhir

REFORMULASI REGULASI SANKSI PIDANA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN ONLINE BERBASIS KEADILAN

NURCAHYO, ERFAN (2025) REFORMULASI REGULASI SANKSI PIDANA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN ONLINE BERBASIS KEADILAN. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400436_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400436_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (112kB)

Abstract

Regulasi sanksi pidana bagi pelaku penipuan online saat ini masih berfokus pada pidana penjara dan denda tanpa mewajibkan restitusi, sehingga hak korban untuk memperoleh pemulihan kerugian tidak terpenuhi dan menimbulkan ketidakseimbangan antara kepentingan pelaku dan korban. Penelitian ini menegaskan perlunya reformulasi UU ITE dan ketentuan terkait dengan memasukkan restitusi sebagai pidana tambahan wajib agar sistem pemidanaan lebih berkeadilan, responsif terhadap kebutuhan korban, dan selaras dengan prinsip restorative justice. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis regulasi sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana penipuan online saat ini, kelemahan regulasi sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana penipuan online, dan reformulasi regulasi sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana penipuan online berbasis keadilan.
Metode pendekatan yang dipergunakan penyusunan tesis ialah Normative Legal Researh. Spesifikasi dalam penelitian ini deskriptif analitis. Teori yang digunakan meliputi Teori Pemidanaan, Teori Sistem Hukum dan Teori Keadilan.
Hasil penelitian ini adalah (1) Regulasi sanksi pidana bagi pelaku penipuan online saat ini masih berfokus pada pidana penjara dan denda tanpa menyediakan mekanisme restitusi yang otomatis bagi korban, sehingga pemulihan kerugian tidak terpenuhi dan menimbulkan ketidakseimbangan antara hak pelaku dan korban. Kasus DS di PN Bale Bandung memperlihatkan bahwa orientasi regulasi masih retributif dan belum mencerminkan keadilan maupun tujuan pemidanaan yang melindungi serta memulihkan masyarakat. (2) Kelemahan regulasi sanksi pidana bagi pelaku penipuan online tampak pada aspek substansi, struktur, dan budaya hukum, di mana UU ITE dan KUHP hanya menekankan pidana penjara dan denda tanpa mewajibkan restitusi serta tidak mengatur tanggung jawab platform digital. Ditambah dengan lemahnya kemampuan penyidik digital, tidak adanya kewajiban jaksa dan hakim untuk memulihkan kerugian korban, serta rendahnya literasi hukum masyarakat, sistem hukum pidana belum mampu memberikan perlindungan yang efektif bagi korban penipuan online. (3) Reformulasi regulasi sanksi pidana bagi pelaku penipuan online berbasis keadilan menuntut perubahan sistem hukum pidana dengan mengalihkan orientasi pemidanaan dari sekadar penghukuman retributif menuju pemulihan hak korban melalui restitusi wajib. Revisi UU ITE yang memasukkan restitusi sebagai pidana tambahan diperlukan untuk menciptakan keseimbangan keadilan antara pelaku, korban, dan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana.

Kata Kunci: Penipuan Online, Restitusi, Tindak Pidana

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints