SAPUTRA, EKA WIDI (2025) PERTANGGUNGJAWABAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM (STUDY KASUS WILAYAH KOTA BALIKPAPAN). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400432_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400432_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400432_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400432_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (103kB)

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum merupakan anak yang memerlukan perlindungan khusus. Tidak jarang kasus tindak pidana yang di lakukan anak tesebut malah berujung pada putusan pidana. Kedailan restorative dalam perspektif para pekerja sosial menjadi sangat penting dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pembebasan pemenjaraan bagi anak dan atau terhindar dari sistem peradilan pidana melalui assemen dan intrvensi. Intervensi yang dilakukan mengarah pada diversi dilakukan untuk menghindarkan anak dalam system peradilan dengan mendorong aparat penegak hukum untuk menjalankan Undang-Undang Sistem Peradilan anak, dan melakukan musyawarah antara keluarga pelaku dan keluarga korban untuk mencapai kepesepakatan agar pelaku mendapat hukuman pembelajaran bukan hukuman karena dendam. Tujuan dilakukannya penelitian dalam tesis ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan analisis mengenai anak yang melakukan tindak pidana apakah dapat di pertanggungjawabkan, proses hukum anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan pidana anak berdasarkan pada UU No 11 tahun 2012, alur perjalanan anak setelah menjalani proses persidangan, dan lembaga perlindungan dan permasyarakatan.
Untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam permasalahan dalam tesis ini memakai pendekatan metodologis yang esensial dalam studi dan praktik hukum di Indonesia. Fokus utama pembahasan ini mencakup tiga pendekatan fundamental: pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Ketiga pendekatan ini dipilih karena menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami, menafsirkan, dan menyelesaikan permasalahan hukum yang kompleks, baik dalam konteks teoritis maupun praktis. Penelitian ini tergolong library research, data dikumpulkan dengan cara mengutip, menyadur, mengulas, dan menganalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis), terhadap literatur yang representatif dan memiliki relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas dan menyimpulkannya.
Setelah mengadakan kajian terhadap persoalan tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi anak dalam konteks pertanggungjawaban pidana dapat dibedakan menjadi tiga kualifikasi, Pertama, anak usia 0 hingga dibawah 12 tahun, Kedua, anak usia 12 hingga dibawah 14 tahun, Ketiga, anak usia 14 tahun hingga di bawah 18 tahun Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam sistem peradilan anak terdapat Poin-Poin Penting dan meklanisme dalam penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum dan setelah anak melakukan proses persidangan dan mendapatkan putusan oleh hakim maka anak yang telah mendapatkan putusan akan di tempatkan pada Lembaga Permasyarakatan anak untuk di lakukan pembinaaan.
Kata Kunci : Anak yang berhadapan dengan Hukum, SistemPeradilan anak, Lembaga Permasyarakatan anak.

Dosen Pembimbing: Arpangi, Arpangi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 20 Jan 2026 02:19
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44776

Actions (login required)

View Item View Item