SEBASTIAN, ADRIEL TIMOTHY (2025) EFEKTIFITAS PERAN KEPOLISIAN DALAM MENANGANI KEJAHATAN PENCURIAN SEPEDA MOTOR DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN SEKTOR (POLSEK) MAJA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400378_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400378_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) merupakan salah satu bentuk tindak kejahatan yang masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di wilayah hukum Polsek Maja Kabupaten Lebak Propinsi Banten. Aksi kriminal ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi korban, tetapi juga mengganggu rasa aman dan ketentraman masyarakat. Curanmor termasuk dalam kategori kejahatan konvensional yang perkaranya sering ditangani oleh unit Reskrim di tingkat Polsek. Penelian ini untuk mengkaji dan menganalisis efektivitas peran kepolisian dalam menangani kejahatan pencurian sepeda motor di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Maja dan untuk mengkaji dan menganalisis kendala yang dihadapi oleh Polsek Maja dalam menangani kasus pencurian sepeda motor roda dua, dan solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian yuridis sosiologis, Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Penulis melakukan analisis dengan teori asosiasi diferensial, teori efektivitas penegakan hukum, dan teori keadilan Pancasila untuk menganalisa efektivitas peran kepolisian dalam menangani kejahatan pencurian sepeda motor di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Maja, kendala yang dihadapi oleh Polsek Maja dalam menangani kasus pencurian sepeda motor roda dua, dan solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
Efektivitas peran Polsek Maja dalam menangani kejahatan pencurian sepeda motor ditentukan oleh kombinasi pendekatan sosial, hukum, dan humanis. Polsek Maja lebih efektif apabila aparat mampu memutus rantai sosial yang mendukung perilaku kriminal melalui sosialisasi, edukasi hukum, dan kerja sama komunitas; meningkatkan kapasitas personel, optimalisasi sarana/prasarana, serta keterlibatan masyarakat dalam penegakan hukum yang konsisten; dan menerapkan prinsip keadilan Pancasila dengan penegakan hukum yang adil, partisipatif, restoratif, serta menyeimbangkan kepentingan korban, pelaku, dan masyarakat. Kendala utama Polsek Maja meliputi faktor internal (personel terbatas, kapasitas aparat, prosedur hukum), faktor eksternal (partisipasi masyarakat yang rendah, pengaruh lingkungan kriminal), serta kendala teknis (sarpras terbatas, teknologi monitoring belum optimal). Dari Teori Asosiasi Diferensial, fokusnya pada pembinaan sosial melalui edukasi masyarakat, penguatan interaksi positif dengan komunitas, dan pembinaan pelaku ringan agar norma kriminal tidak diteruskan. Menurut Teori Efektivitas Penegakan Hukum, solusi menekankan peningkatan kompetensi personel, optimalisasi sarana dan prasarana, penerapan prosedur hukum yang jelas, serta partisipasi aktif masyarakat dan budaya hukum yang mendukung. Sementara itu, Teori Keadilan Pancasila menekankan pendekatan humanis dan restoratif melalui musyawarah antara pelaku dan korban, edukasi nilai-nilai keadilan sosial, serta penegakan hukum yang seimbang antara kepentingan individu dan masyarakat.
Kunci : Pencurian Sepeda Montor, Polsek Maja, Peran Kepolisian
| Dosen Pembimbing: | Arpangi, Arpangi | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 06:19 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44736 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
