SYAHPUTRA, ACHMAD FIRMAN (2025) DIVERSI SEBAGAI BENTUK PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI RESTORATIVE JUSTICE SYSTEM OLEH PENYIDIK. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400369_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400369_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Kasus kekerasan antar kalangan anak kerap terjadi, hal ini dikarenakan kematangan emosional anak yang belum sepenuhnya matang sehingga kerap terjadi persoalan patologis sosial yang membuat anak kerap melakukan kekerasan anatar sesamanya. Hal ini membuat anak kerap berhadapan dengan hukum, oleh karena anak memerlukan jaminan perlindungan mental dan pertumbuhan akalnya, maka konsep restorative justice melalui diversi dibutuhkan, namun demikian diversi belum optimal dilakukan, khususnya di wilayah Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyidikan terhadap perkara tindak pidana anak melalui restorative justice di Kepolisian Resor Kota Besar Semarang. Untuk menganalisis kendala dan solusi dalam proses penyidikan terhadap perkara tindak pidana anak melalui restorative justice di Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum deskriptif analitis. Penelitian hukum deskriptif analitis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa data jumlah kasus kekerasan kekerasan antar anak di Kota Semarang menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Semarang pada tahun 2025 yang mencapai 56 kasus, dengan diversi yang dilakukan Kepolisian Resor Kota Besar Semarang yang mencapai 2 kasus, hal ini menunjukan bahwa diversi yang dilakukan pada kasus kekerasan antar anak remaja di Kota Semarang belum optimal. Kendala dalam proses penyidikan terhadap perkara tindak pidana anak melalui restorative justice di Polres Kota Semarang berupa minimnya pengetahuan masyarakat terkait penyelesaian kasus pidana melalui jalur restorative justice; minimnya kesadaran masyarakat untuk berdamai melalui penyelesaian restorative justice dalam kasus penganiaayaan ringan; dan belum diaturnya penyelesaian pidana ujaran kebencian melalui jalur restorative justice secara lengkap dan khusus dalam tataran peraturan pemerintah baik pusat maupun di daerah. Solusi yang dapat dilakukan ialah bagi pemerintah perlu ditegaskannya dalam Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bahwa jenis syarat dilakukannya diversi tidak hanya didsarkan pada perbuatan anak yang merupakan tindak pidana yang diancamkan pidna 7 tahun namun juga perlu melihat pada aspek pertanggungjawaban pidana anak dan keadaan masa depan anak. Bagi penegak hukum perlu menekankan bagi para pihak dalam kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak bahwa perlu dilaluinya proses hukum melalui diversi bagi anak terlebih dahulu. Bagi masyarakat berlu adanya penyuluhan hukum tentang arti pentingnya diversi khususnya dalam kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak.
Kata Kunci: (Anak, Diversi, Restorative Justice)
| Dosen Pembimbing: | Hafidz, Jawade | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 06:19 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
