MURYANI, ISTI (2025) PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA ANTARA KEADILAN FORMAL DAN KEADILAN MORAL TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR : 107/PID.B/2024/PN PML). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400154_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400154_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400154_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400154_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (112kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian berdasarkan Putusan Nomor 107/Pid.B/2024/PN Pml, dengan fokus pada harmonisasi antara keadilan formal (formal justice) dan keadilan moral (moral justice). Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai hukum Islam, khususnya prinsip al-‘adālah, maqāṣid al-sharī‘ah, serta konsep ta‘zīr, dapat berperan dalam memperkaya perspektif pemidanaan yang lebih humanistik, kontekstual, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan merupakan data sekunder, terdiri dari bahan hukum primer (KUHP, KUHAP, Putusan No. 107/Pid.B/2024/PN Pml), bahan hukum sekunder (doktrin hukum, jurnal ilmiah, dan literatur hukum pidana serta hukum Islam), serta bahan hukum tersier seperti kamus dan ensiklopedia hukum. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan norma hukum, mengonstruksi argumentasi yuridis, serta menilai kesesuaian putusan hakim dengan prinsip keadilan substantif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam putusan tersebut telah memenuhi unsur-unsur delik Pasal 363 KUHP secara yuridis, serta menerapkan pemidanaan secara proporsional dengan mengintegrasikan aspek kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Putusan tersebut juga mencerminkan perpaduan keadilan formal dan moral dengan mempertimbangkan motif ekonomi pelaku, potensi rehabilitasi, serta keseimbangan antara perlindungan korban dan pembinaan pelaku. Selain itu, perspektif hukum Islam melalui konsep ta‘zīr, maṣlaḥah, dan islāh memperlihatkan bahwa vonis delapan bulan penjara selaras dengan prinsip keadilan substantif, menjaga kemaslahatan umum, dan mendukung reintegrasi sosial pelaku.
Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Keadilan Formal, Keadilan Moral

Dosen Pembimbing: Sugiharto, R | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 19 Jan 2026 02:42
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44705

Actions (login required)

View Item View Item