library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU RESIDIVIS DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (PUTUSAN PN. TEMANGGUNG NOMOR 149/PID.B/2019/PN TMG)

Detail Tugas Akhir

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU RESIDIVIS DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (PUTUSAN PN. TEMANGGUNG NOMOR 149/PID.B/2019/PN TMG)

PRATAMA, DIO AGUNG (2025) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU RESIDIVIS DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (PUTUSAN PN. TEMANGGUNG NOMOR 149/PID.B/2019/PN TMG). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400084_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400084_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (124kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku residivis dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan menurut hukum positif Indonesia, menelaah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku residivis berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Temanggung Nomor 149/Pid.B/2019/PN Tmg, serta mengkaji pertanggungjawaban pidana pelaku residivis dalam perspektif hukum Islam. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa fenomena residivisme masih menjadi persoalan serius dalam sistem peradilan pidana Indonesia, karena menunjukkan lemahnya efek jera dan efektivitas pembinaan narapidana. Oleh sebab itu, penting untuk meninjau kembali bagaimana sistem hukum positif dan prinsip hukum Islam menempatkan tanggung jawab pidana terhadap pelaku yang berulang kali melakukan kejahatan dengan kekerasan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan perundang undangan (statute approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer (KUHP dan putusan pengadilan), bahan hukum sekunder (literatur dan pendapat ahli hukum pidana), serta bahan hukum tersier (kamus hukum dan ensiklopedia). Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan metode penafsiran hukum secara sistematis dan teleologis untuk menemukan kesesuaian antara norma hukum positif dan nilai keadilan substantif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, pertanggungjawaban pidana pelaku residivis dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan menurut hukum positif Indonesia didasarkan pada asas geen straf zonder schuld (tiada pidana tanpa kesalahan). Status residivis merupakan keadaan yang memperberat hukuman karena menunjukkan ketidakberhasilan pembinaan dan pembangkangan terhadap hukum. Kedua, pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Temanggung Nomor 149/Pid.B/2019/PN Tmg menunjukkan adanya keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan, meskipun vonis yang dijatuhkan relatif ringan dibandingkan dengan ancaman maksimum Pasal 365 KUHP. Ketiga, dalam perspektif hukum Islam, pelaku residivis tetap dapat dimintai pertanggungjawaban penuh (mas’uliyyah al jināyah), karena memenuhi unsur kesengajaan (‘amdan), kemampuan bertanggung jawab (al qudrah ‘alā al tamyīz), dan tanpa paksaan (ikhtiyār). Pengulangan tindak pidana memperberat kesalahan moral dan menuntut hukuman yang bersifat edukatif (ta’dīb), preventif (zajr), serta represif (jazā’).
Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Residivis, Pencurian dengan Kekerasan,

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints