RIZALDI, DAVID (2025) TINJAUAN YURIDIS PEMIDANAAN TERHADAP PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN BERDASARKAN NILAI KEADILAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400075_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400075_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400075_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400075_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (93kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan menitikberatkan pada aspek keadilan substantif bagi pelaku dari kalangan masyarakat kecil. Kasus seperti pencurian buah sawit oleh warga sekitar perkebunan sering kali menimbulkan kritik karena dinilai mengabaikan konteks sosial-ekonomi pelaku. Dalam konteks tersebut, penelitian ini berupaya mengkaji sejauh mana hukum pidana diterapkan secara adil dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus, serta didukung dengan pendekatan konseptual untuk memperkuat kerangka analisis. Jenis penelitian yuridis normatif berfokus pada kajian terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, sedangkan pendekatan studi kasus digunakan untuk menghubungkan norma hukum dengan penerapannya dalam praktik peradilan. Pendekatan konseptual digunakan untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai asas-asas hukum pidana, prinsip pertanggungjawaban, serta konsep keadilan substantif yang menjadi dasar pemidanaan dalam kasus pencurian dengan pemberatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana pencurian dengan pemberatan merupakan delik yang memerlukan pembuktian ketat terhadap unsur actus reus dan mens rea sesuai dengan asas lex certa dan lex stricta. Dalam perkara a quo, pembuktian terhadap unsur “bersekutu” serta keberadaan alat bukti sah sesuai sistem negatief-wettelijk menjadi dasar utama bagi hakim dalam menjatuhkan putusan yang adil. Pidana penjara selama satu tahun dinilai proporsional apabila disertai dengan uraian transparan mengenai faktor yang meringankan dan memberatkan. Putusan yang ideal seharusnya menunjukkan keterpaduan antara fakta, unsur, asas, dan amar putusan, serta mencerminkan nilai al-‘adālah (keadilan), al-maṣlaḥah (kemaslahatan), dan al-karāmah (martabat). Penelitian ini juga menegaskan pentingnya mempertimbangkan semangat pembaruan KUHP 2023 agar pemidanaan tidak bersifat over-punishment, tetapi tetap berorientasi pada pemulihan dan kemanusiaan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan hukum pidana yang tidak hanya legally valid, tetapi juga socially legitimate.
Kata Kunci: Pemidanaan, Pencurian dengan Pemberatan, Keadilan Substantif

Dosen Pembimbing: Prayitno, Ahmad Hadi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 19 Jan 2026 02:36
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44694

Actions (login required)

View Item View Item