Sayogo, Rudi Tri (2025) ANALISIS YURIDIS PUTUSAN MAJELIS HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERBUATAN CABUL TERHADAP ANAK (STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI SEMARANG PERKARA NOMOR 92/PID.SUS/2022/PN SMG). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302300426_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302300426_fullpdf.pdf

| Download (717kB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302300426_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302300426_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (179kB)

Abstract

Tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak merupakan kejahatan yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan fisik, psikis, dan sosial korban. Perlindungan hukum bagi anak sebagai korban tindak pidana menjadi perhatian utama dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan yuridis majelis hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 92/Pid.Sus/2022/PN Smg, serta menilai kesesuaian putusan tersebut dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan sifat penelitian deskriptif-analitis. Sumber data terdiri atas data primer berupa salinan putusan pengadilan, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum pidana, dan doktrin relevan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif untuk menilai pertimbangan hakim dan dasar yuridis yang digunakan dalam putusan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim dalam perkara ini mempertimbangkan unsur-unsur delik, keterangan saksi, alat bukti, serta kondisi psikis korban. Majelis hakim menilai bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak. Pertimbangan yang memberatkan antara lain bahwa korban masih di bawah umur dan mengalami trauma. Adapun hal yang meringankan adalah terdakwa mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum. Putusan yang dijatuhkan telah sesuai dengan ketentuan hukum positif, meskipun penelitian ini menemukan bahwa aspek pemulihan psikologis korban belum sepenuhnya menjadi perhatian dalam pertimbangan hakim.

Dosen Pembimbing: Winanto, Winanto | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:44
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44661

Actions (login required)

View Item View Item