Sulistyaningrum, Oktavia Patma (2025) ANALISIS YURIDIS PEMBUNUHAN DISERTAI MUTILASI DALAM SISTEM HUKUM PIDANA INDONESIA (STUDI KASUS PERKARA NOMOR: 511 K/PID/2024). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Ilmu Hukum_30302300415_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Ilmu Hukum_30302300415_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Tindak pidana pembunuhan yang disertai mutilasi merupakan kejahatan yang menunjukkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dan memunculkan persoalan penting dalam penegakan hukum pidana, khususnya terkait penjatuhan pidana yang proporsional. Kasus semacam ini tidak hanya menimbulkan kegoncangan moral di masyarakat, tetapi juga menuntut penerapan prinsip keadilan substantif bagi korban melalui pemidanaan yang tepat dan selaras dengan hukum positif. Penelitian ini berfokus pada analisis yuridis terhadap pertimbangan pemidanaan dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 511 K/Pid/2024, yang menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa berdasarkan ketentuan KUHP lama.
Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan studi kasus, yang bertujuan mengkaji kesesuaian antara fakta hukum, tuntutan Jaksa Penuntut Umum, dan pertimbangan majelis hakim dalam menentukan jenis dan beratnya pidana. Melalui pendekatan ini, peneliti menelaah konstruksi yuridis yang digunakan dalam putusan serta menilai sejauh mana pertimbangan pemidanaan tersebut mencerminkan prinsip keadilan substantif, kepastian hukum, serta perlindungan terhadap martabat korban.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menilai tidak terpenuhinya unsur perencanaan sehingga menerapkan Pasal 339 KUHP dan menjatuhkan pidana seumur hidup. Namun, berdasarkan analisis terhadap rangkaian tindakan sebelum dan setelah pembunuhan, termasuk motif, pola tindakan, serta upaya penghilangan jejak melalui mutilasi, tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang mengarahkan pada penerapan Pasal 340 KUHP lebih sejalan dengan prinsip proporsionalitas pemidanaan. Dalam perspektif keadilan substantif bagi korban, pemidanaan berdasarkan Pasal 340 KUHP lebih mencerminkan bobot kesalahan dan tingkat kejahatan yang terjadi. Oleh karena itu, penerapan pidana mati atau penjara seumur hidup dalam kerangka Pasal 340 KUHP dinilai memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepastian hukum dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi.
Kata kunci: pemidanaan, keadilan substantif, pembunuhan dengan mutilasi, Pasal 340 KUHP, Putusan MA 511 K/Pid/2024
| Dosen Pembimbing: | Sulchan, Achmad | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:45 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44660 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
