PRAYITNO, DJOKO (2025) PERAN KEPOLISIAN DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PELANGGARAN TERHADAP PENGEMUDI DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS DI POLRES DEMAK). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302300373_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302300373_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302300373_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302300373_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (130kB)

Abstract

Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila menegaskan supremasi hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pelanggaran lalu lintas oleh pengemudi di bawah umur semakin meningkat, menunjukkan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Fenomena ini melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta berpotensi menimbulkan kecelakaan. Kondisi tersebut menuntut peran aktif Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran kepolisian dalam pertanggungjawaban pidana terhadap pengemudi di bawah umur yang terjadi di Polres Demak dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi kepolisian dalam menangani kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi di bawah umur serta bagaimana upaya mengatasinya di Polres Demak.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif analitis untuk mengkaji penerapan hukum dalam masyarakat. Data diperoleh dari data primer melalui wawancara dan data sekunder dari studi literatur. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil penelitian di Polres Demak.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran kepolisian dalam pertanggungjawaban pelanggaran terhadap pengemudi di bawah umur yang terjadi di Polres Demak dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keadilan restoratif sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian berpedoman pada Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam menangani kasus kecelakaan yang melibatkan anak, polisi melakukan upaya diversi dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan, Dinas Sosial, pekerja sosial, orang tua, pengacara, dan perangkat desa. Proses ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus pembinaan bagi anak agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di masa mendatang dan kendala yang dihadapi kepolisian dalam menangani kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi di bawah umur serta bagaimana upaya mengatasinya di Polres Demak, Kepolisian Polres Demak menghadapi berbagai kendala dalam menangani pelanggaran lalu lintas oleh pengemudi di bawah umur, seperti rendahnya kesadaran hukum anak, lemahnya pengawasan orang tua, serta keterbatasan fasilitas pemeriksaan ramah anak. Untuk mengatasinya, kepolisian meningkatkan edukasi hukum, memperkuat kerja sama dengan orang tua, sekolah, dan dinas sosial, memperbaiki sarana penyidikan ramah anak, melatih penyidik agar memahami pendekatan psikologis, serta menerapkan keadilan restoratif melalui diversi dan pembinaan sosial demi melindungi hak serta masa depan anak.
.
Kata Kunci; Anak di bawah umur, Kepolisian, Lalu lintas, Pertanggungjawaban pelanggaran.

Dosen Pembimbing: Fitri, Dini Amalia | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:16
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44657

Actions (login required)

View Item View Item