Bilqis, Naula Safitri (2025) ANALISIS YURIDIS SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KLITIH (Studi Putusan Pengadilan Nomor 123/Pdb/2022/PN.YYK). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200385_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200385_fullpdf.pdf

| Download (761kB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200385_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200385_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (189kB)

Abstract

Indonesia adalah negara hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat
(3) UUD 1945 setelah diadopsinya Amandemen Ketiga pada tanggal 10 November 2001. Klitih merupakan salah satu bentuk tindakan anarkis yang dilakukan remaja sekarang. Klitih ini identik dengan sekumpulan para remaja yang ingin melakukan tindakan kriminal seperti penyerangan terhadap orang lain dengan membawa benda-benda seperti: gir, pedang, clurit dan berbagai senjata tajam lainnya Skripsi ini Bertujuan mengetahui dan menganalisis sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap pelaku tindak pidana klitih dan memahami dan mengevaluasi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana klitih sebagaimana tercantum dalam Putusan PN Yogyakarta Nomor 123/Pid.B/2022/PN Yyk.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendektan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, sumber data primer dan sekunder serta penelitian ini akan diolah menggunakan analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian Sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana klitih dalam Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor 123/Pid.B/2022/PN Yyk telah diterapkan secara tegas dan sesuai hukum, di mana masing-masing terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 6 (enam) tahun karena terbukti melakukan kekerasan bersama-sama yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. Putusan ini menunjukkan ketegasan hukum terhadap fenomena klitih yang meresahkan masyarakat serta menjadi peringatan bagi generasi muda agar tidak melakukan kekerasan di ruang publik. Pertimbangan hakim didasarkan pada keseimbangan aspek yuridis, moral, dan sosial, dengan memperhatikan unsur tindak pidana yang terbukti serta faktor yang meringankan seperti usia muda dan penyesalan pelaku. Oleh karena itu, putusan ini bersifat represif sekaligus rehabilitatif karena selain memberikan efek jera dan keadilan bagi korban, juga memberi kesempatan bagi pelaku muda untuk memperbaiki diri. Secara keseluruhan, pertimbangan hakim telah mencerminkan asas keadilan yang proporsional dan menjaga nilai kemanusiaan dalam penegakan hukum.

Kata Kunci: Sanksi Pidana, Tindak pidana, Klitih

Dosen Pembimbing: Arifulloh, Achmad | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 15 Jan 2026 06:38
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44644

Actions (login required)

View Item View Item