BUANA, ANGEL SAFITRI ARY (2025) TINJAUAN YURIDIS PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2023/PN Skt). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200371_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200371_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200371_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200371_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (110kB)

Abstract

Pencemaran nama baik merupakan tindak pidana yang bersifat delik aduan, yang berarti proses penegakan hukumnya hanya dapat berjalan apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan mengadukan peristiwa pidana tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penerapan penegakan hukum dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial sebagaimana diputus dalam Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2023/PN Skt dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan tersebut.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data menggunakan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Analsiis data menggunakan analisis kualitatif.
Penelitian tentang perkara tindak pidana perjudian berdasarkan studi putusan Nomor 19/Pid.Sus/2023/PN Skt yang telah diteliti oleh penulis menunjukkan hasil bahwa aparat penegak hukum telah menerapkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU ITE secara tepat dengan memperhatikan unsur niat, distribusi, dan publikasi konten bermuatan penghinaan. Namun, perkara ini juga menegaskan bahwa penegakan hukum pidana terhadap pencemaran nama baik di media sosial masih menghadapi tantangan dalam membedakan antara kebebasan berekspresi dan serangan terhadap kehormatan pribadi. Pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2023/PN Skt memperlihatkan keseimbangan antara pertimbangan yuridis dan non-yuridis. Hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa memenuhi unsur pidana, karena adanya kesengajaan dalam menyebarkan informasi yang merendahkan kehormatan korban melalui status WhatsApp, yang dapat diakses publik. Hakim juga menolak dalil pembelaan bahwa perbuatan tersebut merupakan komunikasi pribadi, sebab media sosial memiliki karakter publik yang luas.
Kata Kunci : Pencemaran Nama Baik, Media Sosial, Pertimbangan Hakim

Dosen Pembimbing: Arifullah, Achmad | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:37
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44641

Actions (login required)

View Item View Item