library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

KEKUATAN HUKUM AKTA JUAL BELI DIHADAPAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM MEMBUKTIKAN HAK KEPEMILIKAN TANAH TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN

Detail Tugas Akhir

KEKUATAN HUKUM AKTA JUAL BELI DIHADAPAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM MEMBUKTIKAN HAK KEPEMILIKAN TANAH TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN

Iksan, Muhammad Nurul (2025) KEKUATAN HUKUM AKTA JUAL BELI DIHADAPAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM MEMBUKTIKAN HAK KEPEMILIKAN TANAH TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Kenotariatan_21302300242_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Kenotariatan_21302300242_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (395kB)

Abstract

Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam membuktikan hak kepemilikan tanah serta mengkaji perlindungan hukum bagi pemilik tanah dalam penyelesaian sengketa pertanahan di Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta jual beli PPAT memiliki kedudukan fundamental sebagai akta otentik dengan kekuatan pembuktian sempurna berdasarkan Pasal 1870 KUH Perdata, namun kekuatan hukumnya tidak bersifat mutlak karena dapat runtuh apabila terdapat cacat hukum formil maupun materiil. Kepastian hukum kepemilikan tanah baru tercapai sepenuhnya setelah akta PPAT didaftarkan dan diterbitkan sertipikat atas nama pembeli. Perlindungan hukum bagi pemilik tanah diwujudkan melalui perlindungan preventif berupa program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sistem administrasi pertanahan berbasis elektronik, serta perlindungan represif melalui mekanisme penyelesaian sengketa baik litigasi maupun non-litigasi sebagaimana diatur dalam UUPA Nomor 5 Tahun 1960, PP Nomor 24 Tahun 1997, dan PP Nomor 37 Tahun 1998. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pengawasan terhadap PPAT, percepatan program pendaftaran tanah, dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat untuk mewujudkan kepastian hukum pertanahan yang optimal di Indonesia.
Kata Kunci: Akta Jual Beli, PPAT, Kepemilikan Tanah, Sengketa Pertanahan, Perlindungan Hukum

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints