NOVITASARI, LUTFIA HANNA (2025) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MELALUI SISTEM CASH ON DELIVERY. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Kenotariatan_21302300236_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Kenotariatan_21302300236_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas, seperti halnya dalam melakukan transaksi jual-beli. Transaksi jual-beli dapat dilakukan secara online antara pihak penjual dan pembeli, dengan menggunakan sistem pembayaran cash on delivery. Pada pelaksanaan perjanjian jual-beli online dengan sistem cash on delivery, sering terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh para pihak terkait, sehingga harus mendapatkan perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai kedudukan hukum perjanjian jual-beli secara elektronik dengan sistem cash on delivery, serta perlindungan hukum bagi para pihak dalam perjanjian jual-beli secara elektronik dengan sistem cash on delivery.
Penelitian dalam hukum ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif
Hasil Penelitian Ini (1) Perlindungan Hukum bagi konsumen dalam perjanjian jual beli melalui sistem cash on delivery adalah Perlindungan hukum bagi para pihak dalam perjanjian jual-beli secara elektronik dengan sistem cash on delivery, secara preventif dilakukan dengan memaksa para pihak yang terlibat untuk melaksanakan kewajibannya masing-masing, yang telah diatur dalam KUHPerdata, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 jo. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019. Perlindungan hukum represif dapat dilakukan para pihak dengan mengajukan gugatan kepada pihak yang menimbulkan kerugian melalui jalur litigasi atau jalur non-litigasi. (2) faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum bagi konsymen dalam perjanjian jual beli melalui sistem cash on delivery adalah Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum bagi konsumen dalam perjanjian jual beli melalui sistem cash on delivery, Dalam prakteknya perlindungan hukum terhadap konsumen masih menimbulkan berbagai permasalahan. Permasalahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain: yang berkaitan dengan struktur hukum, substansi hukum, budaya hukum dan aparatur birokrasi. (3) perlindungan hukum yang seharusnya bagi konsumen Adalah Tujuan perlindungan konsumen menurut pasal 3 UUPK adalah: meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri; mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari akses negatif pemakaian barang atau jasa; meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak- haknya sebagai konsumen; menciptakan perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi; menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha; meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen
Kata kunci : cash on delivery, Perjanjian, Faktor, Perlindungan.
| Dosen Pembimbing: | Mashadurohatun, Anis | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:19 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44515 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
