SAPUTRA, MUHAMMAD SURYA (2025) ANALISIS PENILAIAN KINERJA SUPPLIER KAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) (Studi Kasus: NTHM APPAREL INDONESIA). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Teknik Industri_31602100001_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Teknik Industri_31602100001_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Supplier atau pemasok merupakan salah satu pemangku kepentingan yang menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen atau perusahaan agar produksi barang dan jasa tetap berjalan. Penilaian kinerja supplier diperlukan untuk mengetahui kinerja tiap supplier, evaluasi kinerja supplier dan menentukan supplier yang akan dijadikan sebagai prioritas. NTHM Apparel Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang fokus pada pembuatan custom jersey dengan sistem Make To Order. Terkadang, jika stok bahan baku habis, perusahaan harus memesan bahan baku ke supplier untuk memenuhi permintaan. Namun, masalah muncul ketika supplier kehabisan stok atau terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku, yang menyebabkan proses produksi tertunda. Perusahaan seringkali harus memilih supplier yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku tanpa mempertimbangkan harga, mengingat keterbatasan waktu. Ini mengarah pada ketergantungan yang lebih besar terhadap beberapa supplier dengan stok terbatas, serta antrean pesanan dengan perusahaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja supplier menggunakan dua metode, yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Terdapat 5 alternatif supplier pada perusahaan yang akan dinilai kinerjanya yaitu Supplier Bandung, Supplier Solo, Supplier Jogja, Supplier Wonosobo, dan Supplier Semarang serta 7 kriteria yaitu quality (kualitas), delivery (pengantaran), warranties and claim policies (kebijakan garansi dan klaim), price (harga), reciprocal arrangement (perjanjian timbal balik), communication system (sistem komunikasi), availability of raw material stock (ketersediaan stok bahan baku). Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa Supplier Jogja mendapatkan nilai preferensi tertinggi yaitu 0,78061, kedua Supplier Bandung dengan nilai preferensi 0.571858, ketiga Supplier Solo dengan nilai preferensi 0.526222, keempat Supplier Semarang dengan nilai preferensi 0.472904, terakhir Supplier Wonosobo dengan nilai preferensi 0.297241. Oleh karena itu Supplier Jogja merupakan suplier dengan kinerja terbaik yang dapat dijadikan sebagai prioritas. Dengan demikian, diharapkan usulan ini dapat memudahkan NTHM Apparel Indonesia dalam melakukan penilaian kinerja supplier kain pada perusahaan.
Kata Kunci: NTHM Apparel Indonesia, Penilaian Kinerja Supplier, SAW, TOPSIS, Analisa Keputusan
| Dosen Pembimbing: | Mas'idah, Eli | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri Fakultas Teknologi Industri > Mahasiswa FTI - Skripsi Teknik Industri |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 07:07 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44171 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
