PENGARUH GEL EKSTRAK SIRIH (PIPER BETLE) DAN ALOE VERA (ALOE BARBADENSIS) TERHADAP KADAR VEGF DAN ANGIOPOIETIN-1 (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar Model Luka Bakar Derajat II)
Berkas Tugas Akhir
Magister Biomedik_MBK2423010453_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar belakang: Luka bakar merusak jaringan kulit dan pembuluh darah, mengaktifkan angiogenesis melalui VEGF dan Angiopoietin-1. Ekstrak daun sirih dan Aloe vera masing-masing mendukung penyembuhan luka dengan sifat anti- inflamasi dan regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sinergis gel kombinasi ekstrak daun sirih dan aloe vera terhadap kadar VEGF dan Angiopoietin-1 pada luka bakar derajat II.
Metode: Metode penelitian ini menggunakan post-test only control group design dengan objek penelitian tikus jantan galur Wistar. Sebanyak 20 ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok: K1 (base gel), K2 (gel daun sirih 20%), K3 (gel aloe vera 3%), dan K4 (kombinasi gel daun sirih 10% + aloe vera 1,5%). Luka bakar derajat II diinduksi dan diberi perlakuan topikal sekali sehari selama 13 hari. Pengukuran VEGF dan Ang-1 dilakukan pada hari ke-14 setelah perlakuan.
Hasil: Kadar VEGF kelompok gel kombinasi ekstrak daun sirih dan aloe vera (K4) sebesar 574,440 ± 30,10 ng/L, yang berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,007). Sementara itu, kadar Ang-1 tertinggi juga ditemukan pada kelompok gel kombinasi ekstrak daun sirih dan aloe vera (K4), yaitu 257,560
± 7,832 ng/mL dan berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,008).
Kesimpulan: Pemberian gel kombinasi ekstrak daun sirih 10% dan aloe vera 1,5% secara signifikan meningkatkan kadar VEGF dan Ang-1 pada tikus yang mengalami luka bakar derajat II.
Kata Kunci: terapi kombinasi, ekstrak daun sirih, aloe vera, VEGF, Ang-1, luka bakar derajat II
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
