HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS GUNTUNG MANGGIS BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Berkas Tugas Akhir
Kebidanan_32102400084_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Hiperemesis Gravidarum merupakan salah satu komplikasi kehamilan trimester pertama yang ditandai dengan mual muntah berlebihan sehingga dapat mengganggu kesehatan ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Umur dan Paritas dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Guntung Manggis Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dari bulan Januari sampai Maret 2025 sebanyak 2043 orang. Sampel sebanyak 100 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok umur tidak berisiko (20–35 tahun) sebanyak 67 orang (67%), sedangkan kelompok umur berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) sebanyak 33 orang (33%). Berdasarkan paritas, responden terbanyak adalah multipara (43%), diikuti grandemultipara (21%), primipara (19%), dan nullipara (17%). Sebagian besar responden mengalami morning sickness (61%), sementara 39% mengalami Hiperemesis Gravidarum. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum (p = 0,004), di mana ibu hamil dengan umur berisiko lebih banyak mengalami Hiperemesis Gravidarum (60,6%) dibandingkan umur tidak berisiko (28,4%). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara paritas dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum (p = 0,000). Prevalensi Hiperemesis tertinggi ditemukan pada ibu nullipara (76,5%) dan primipara (63,2%), sedangkan multipara dan grandemultipara memiliki risiko lebih rendah.
Kata Kunci : Umur, Paritas, Hiperemesis
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
