HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902300344_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: “Asfiksia nonatorum menyumbangkan angka sebesar 30,3% dalam penyebab kematian neonatal di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019, pada kejadian BBLR presentase lebih besar dari asfiksia neonatoum dalam kasus penyebab kematian neonatal d wilayah Jawa Tengah pada Tahun 2019 yaitu 46,4%. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus chi-square dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Metode penggumpulan data menggunakan data dari rekam medis. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat yang menggunakan uji chi-square. Hasil: Karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 26 bayi (65,0%), Mayoritas usia gestasi bayi dalam kategori prematur sebanyak 25 orang (62,5%). Ibu bayi mayoritas memiliki Pendidikan tingkat SMA sebanyak29 orang (72,5%), mayoritas lahir dengan prosedur SC berjumlah 33bayi (82,5%), dengan karakteristik cairan ketuban normal berjumlah 25 orang (62,5%). Mayoritas bayi memiliki berat badan dalam ketagori BBLR berjumlah 22bayi (55,0%) dan sebagian besar responden yang memiliki berat badan BBLR dan terjadi asfiksia sedang sebanyak 12 bayi (54,5%). Berdasarkan hasil uji analisis diperoleh hasil nilai d 0.518 artinya terdapat korelasi positif sedang dengan p value (0,000 < 0.05) artinya terdapat hubungan antara berat bayi lahir rendah dengan kejadian asfiksia di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Kesimpulan: Ada hubungan antara berat bayi lahir rendah dengan kejadian asfiksia di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.”
Kata Kunci: Asfiksia, Berat Bayi Lahir Rendah)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
